Sebuah Keniscayaan

Air identik dengan kesegaran, sejuk, lunak mencair. Apa lagi saat air menjelma menjadi buliran enbun. Tampak jelas eksistensi keberadaanya teramat tenang tanpa hambatan. Tapi siapa sangka kalau air harus menghadapi panasnya api yang membuatnya bergolak mendidih, juga sengatan sinar matahari yang memaksanya untuk menguap melayang tinggi menjadi gumpalan-gumpalan awan. Selanjutnya siap untuk terhempas badai di jatuhkan dari ketinggian. Menetes, mencurah diatas sampah dan debu yang mengeruhkan, diatas tebing-tebing curam yang memecahkan buliran-buliranya. “Subhaanalloh…

Begitu pula pepohonan yang tinggi nan rimbun ada tiupan topan yang merobohkan hingga tercabut akar-akarnya, atau sambaran petir yang menghanguskan. Dahan, ranting ada kemarau panjang yang menjadikanya kering kerontang. Dedaunan hijau ada iklim yang sanggup mengugurkan helaian-helaiannya,

Duhai… maha terpuji Engkau Robb semesta alam. Lebih nyata dan dekat lagi kami baca penggalan kisah-kisah makhluk pilihan-Mu, yaitu para Nabi dan Rasul riak kehidupan mereka tak sebening dan setenang air telaga. Namun ternyata tinggi dan mulianya derajat mereka disisi-Mu, tiang-tiang penyangganya terukir dari redup dan teranganya perjalan. Tak luput pula rona kehidupan para pahlawan pembela mereka, pejuang penebar kitabullah dan sunnah-sunnah Rasul-Nya tak lekang dengan sentuhan sunatullah yang mengharuskan mereka menghela nafas dalam-dalam. Itu semua terus berlaku hingga denyut ahir alam fana ini.

Kehidupan manusia dalam guratan pena Al qur’an senantiasa dihiasi nuansa batu ujian. Baik kalangan mereka yang beriman ataupun yang kafir. Hingga suatu ketika mereka akan menjelang waktu pagi dengan embun yang menetes membasahi bumi seakan hilang kesegarannya, atau menemui gulita malam tanpa benderangya purnama. Akan tetapi ada hal yang unik dalam diri orang-orang yang beriman mereka akan selalu dapat mensikapi segarnya embun di pagi hari, dan teriknya mentari di padang sahara sekalipun. Sebaliknya pada diri orang-orang yang ingkar. Alloh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: