Memang Hanya Dia yang Pantas

Ketika kehidupan menjadi gelap gulita, maka dibutuhkan pelita abadi yang menggantung dilangit memancarkan bias cahaya benderang sepanjang benang usia alam mini. Dan pelita itu adalah Mukhammad saw. Ketika kehidupan berubah gersang, kering dan tandus, dibutuhkan segera air segar, menyejukkan lagi menyuburkan. Air itu adalah mukhammad saw

Adakah manusia lain yang menjadi bahan baku sejarah yang dapat diambil oleh generasi pewaris nubuwah sebagai bekal perjalanan dan penyangga eksistentsi nya, selain mukhammad saw?. Barang siapa yang menatap dalam-dalam perjalanan hidup beliau, niscaya akan mendapati kemilau mutiara yang amat menakjubkan, bagaimana beliau dan para sahabatnya mampu menundukan pesona duniawi dan mengangkat nilai-nilai kemanusiaan hingga ke suatu tingkatan yang belum pernah di saksikan di atas pentas kehidupan di belahan bumi manapun.

Maka siapapun yang mempertajam pandangannya pada kisah emas beliau,akan terpesona melihat kemanusiaan yang begitu indah, bagaimana keberhasilan beliau membentuk figure-figur mutu manikam yang teramat sangat sulit untuk dicari aibnya. Padahal yang beliau tempa adalah manusia-manusia yang bertemperamen keras dan bengis yang hidup di dataran panas dan tandus.

Amboi … tak ada seorangpun yang dapat menyerupai beliau dalam kesabaranya menghadapi cobaan, keteguhan memegang prinsip kebenaran, kemataqngan hati dalam menghadapi goncangan dunia. Beliau memang di ciptakan seperti itu agar dapat menuntaskan berbagai peristiwa dan menguasainya. Oleh karena itu beliaulah yang memang pantas menyandang gelar dari sang Robbul ‘Izzah sebagai “Uswatun Hasanah” satu-satunya manusia yang memiliki kemanusiaan yang bermartabat sangat menakjubkan dan patut bahkan harus di contoh oleh seluruh manusia hingga usangnya umur dunia.

Alloh telah membentuk diri Rasululloh saw, menghindarkan diri dan jiwa beliau sejauh-jauhnya dari kepalsuan hawa nafsu duniawi yang menyesatkan. Sungguh! Nyatalah siapapun diantara kita yang memintal butiran mutiara dari samudra madu kehidupan manusia cahaya ini, maka kita akan semakin tahu kalau dinia ini begitu membutuhkan beliau. Bahkan dunia tidak kan sanggup mewujudkan cita-cita keberadaannya kecuali harus mengambil dan mencotoh beliau yang mulia. Carilah sepanjang umur alam ini adakah penyair dan pujangga yang keindahan dan kedalaman makna untaian katanya sanggup menyamai sabda-sabdanya?. Setiap perkataan yang terlontar dari beliau mengandung makna yang sampai pada hakikatnya, itu semua karena keluar dari bibir yang dibelakangnya ada pikiran, ada hati, ada iman, dan yang di belakangnya ada Alloh ‘Azza wa Jalla. Lantas masihkan kita semua ragu untuk menjadikannya sebagai figur yang pantas di teladani dalam sepanjang hidup kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: