Kita kah Hamba yang Taqwa itu?

Alhamdulillah Robbil ‘alamien, yang telah memuliakan kita denga Ramadhan. Segala puja, puji, sanjung dan kemuliaan hanya pantas disandang oleh Alloh swt, dzat yang mencipta dan mengatur seluruh alam. Perjalanan hari yang dia atur membawa kita pada fase kemuliaan yang tiada perhan diciptakan bagi umat sebelum Rasululloh saw. Ramadhan dating membawa terlalu banyak kemuliaan dan keagungan, yang sulit ditulis oleh tinta anak manusia.

Kemuliaan ramadhan berhubungan erat dengan kemuliaan dzat yang menciptakannya. Dzat yang menjanjikan tiada terbatasnya ganjaran bagi amal umat Muhammad saw yang berpuasa karena landasan keimanan dan menharap cinta, rahmat serta ridho-Nya. Dzat yang memberi bonus bagi amal sunnah di bulan ini, sama dengan pahala wajib di bulan lain (menurut sebagian riwayat). Tiada kemuliaan yang haq kecuali kemuliaan yang disisi Nya dianggap mulia. Dzat yang seluruh hingga membiarkan hamba yang awalnya miskin, bodoh dan tiada berperadaban lalu Dia anugerahkan harta, ilmu dan adab. Namun katika hamba-hambaNya durhaka Alangkah Rahimnya Engkau ya Maulaana…

Keagungan dan keberkahan Ramadhan hanya untuk kaum mukminin. Ini penegasa dari pemilik syari’at, ketika memanggil kaum mukminin agar berpuasa. Ramadhan adalah sepenggal waktu untuk menggapai kemuliaan dan surgaNya, bagi hamba Alloh yang mengharap taqwa. Syari’at puasa dan amalan-amalan pada bulan Ramadhan ditetapkan agar gerbong kaum bertaqwa menambah pengikutnya, dan gerbong ahli maksiat bekurang antek-anteknya. Alloh Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. “(Q.S Al-Baqarah ; 183)

Sekaranglah masa untuk kita berlomba mengutuk pintu surgaNya. Sekarang lah waktu dimana taubat kita pasti diterima do’a kita pasti dijawab, seluruh keinginan dan hasrat kebaikan kita bertemu sumbunya ddalam skala waktu. Siapa yang tidak menjadi baik dengan kedatangan Ramadhan mustahil dia akan mendapat kebaikan inilah bulan di mana Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita diturunkan. Tiada tata aturan hidup yang mengajak kepada kebaikan, kecuali aturan Rabbaniyyah yang termaktub jelas dan tegas di dalamnya.

Sungguh merugilah kita sebagai pengikut Rasululloh saw yang gagal mengihiasi hari-hari dalam Ramadhan dengan prestasi menuju taqwa. Taqwa yang berhimpun makna di dalamnya; tunduk dan paturh terhadap seluruh ketentuan Alloh swt. Takut untuk bermaksiat kepadaNya. Harap terhadap cinta, ridho dan surgaNya. Allohumma ya Rahman. Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang berhak mendapat ridho dan surgaMu. Sungguh tiada sanggup jiwa ini menanggung azab nerakaMu.

Wahai hamba yang di bulan Rajab tiada tinggalkan maksiat
Sya’ban berjalan kau tetap mendurhakai Rabbmu
Sekarang Ramadhan dating penuh kemuliaan
Janganlah pula kau jadikan bulan kemaksiatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: