Kabar Kebahagiaan

Manusia dalam menjalani kehidupannya, menapaki lika-likunya, adalah sang pengem-bara. Sekarang ia berada di atas punggung kuda dunia yang telah membawanya berlari kencang, kadang juga lambat merasakan kelelahan yang sangat. Tubuhnya yang ringkih di penuhi debu perjalanan. Kuda itu membawanya melaju seiring perjalanan kehidupan. Adapun rute terahir dari peta pacuan kuda dunia yang ditungganginya adalah liang kubur. Maka ketika kuda kehidupan itu berhenti, kemudian manusia itu turun dari atas punggung kuda, ia pasti akan meneruskan perjalanan kembali tanpa mengendarai kuda, menuju ke padang pertanggung jawaban berbekal apa yang ia dapat selama menempuh perjalanan dengan kuda dunia yang ia kendarai pada waktu yang lalu. Beruntungglah para pengembara yang tidak melupakan apa yang telah dibacakan oleh Rasul saw firman dari Sang Pencita kehidupan Alloh swt:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat.” (QS. Al-Qashash: 77).

Sungguh Maha Bijaksana Robb yang menciptakan para pengembara itu beserta kuda yang ditungganginya saat tenggorokan mereka kering, kulit mereka menghitam terbakar teriknya matahari, jasad dan pakaian mereka lusuh kumal dipenuhi debu perjalanan. Dikhabar-kan kepada para pengembara, bahwa di tengah perjalan nanti akan didapati tempat pemberhentian untuk mengistirahatkan. Terdapat di sana mata air segar yang melimpah, untuk direguk sepuas-sepuasnya, juga membersihkan tubuh dan pakaian mereka yang kotor dan kumal, terdapat pula perlombaan yang dijanjikan hadiah termahal. Di saat itu para begal dan perompak dipenjarakan. Kabar itu disambut dengan debar hati suka cita para pengembara sejati. Kabar yang diucapkan lisan penghulu para pengembara yang mulia saw.

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Alloh mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para syetan diikat. Juga terdapat pada bulan itu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Imam Ahmad dan An-Nasai)

Alloh yang Maha Suci lagi Maha Tinggi mengunjungi tempat peristirahatan ini, menganugerahkan Rahmat-Nya yang Agung, mengampuni dosa-dosa para pengembara dan mengabulkan setiap permintaannya, menyaksikan perlombaan mereka bahkan membanggakan kepada para malaikat-Nya.

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Alloh mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan Rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Alloh meihat brlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan Dia membangga-banggakanmu kepada para Malaikat-Nya, maka tunjukanlah kepada Alloh hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan Rahmat Alloh di bulan ini.” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dan periwayatannya terpercaya dari Utbah bin Shamit)

Duhai para pengembara sejati…, teruslah pacu kudamu dengan cepat! melaju menuju tempat peristirahatan itu, dan jangan…, jangan pernah untuk menoleh ke belakang walaupun hanya sekejap! Meski baju dan kulit tubuhmu terkoyak ranting perjalanan, atau jatuh terjerembab dan telapak kakimu tertusuk duri, bangun dan bangkitlah kembali, paculah kudamu lebih cepat lagi…! Berlarilah menuju Alloh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: