Jalan Panjang Perjuangan

Sosok al anbiya (para nabi) yang telah Allah utus kemuka bumi ini sebagai utusan dakwah ternyata tidaklah membuat ummat ini mau menerima kedatangan mereka. Manusia tetaplah manusia yang selalu di hinggapi rasa sombong untuk menerima al Haq karena syaithan tidak pernah merasa jenuh untuk menunjukkan jalan jahannam. Berbagai syubhat dan lontaran kata-kata akan selalu terngiang di telinga manusia karena mereka tidak pernah mau beristirahat barang sebentar untuk tidak membisikkan segala sesuatu yang membuat nafsu memberikan kemuyulan besar ter-hadapnya.

Tapi…,manusia tetaplah manusia yang telah Allah ciptakan dengan fitrah satu dan membawa aqidah satu “La Ilaaha Illallahu”. Diantara mereka ada yang dzolim terhadap dirinya, ada yang bersikap pertengahan dan ada pula yang senan-tiasa berlomba dan mengayuh kakinya untuk mendapatkan yang terbaik dihadapan Rabb yang telah menciptakannya.

Sekuat apapun “Du’at ‘Ala Abwabi Jahannam” menyeru, maka manusia tetaplah manusia yang telah Allah berikan akal untuk berfikir dan mengelola apa yang ada di hadapannya hingga ia akan menemukan pilihan terbaik yang diberikan Allah terhadapnya sehingga peristiwa besar yang di letupkan oleh habib an-Najjar untuk tetap beriman walaupun ia harus menerima seperti apa yang telah terjadi. Ia tetap berada di atas fitrah yang suci.

Perjuangan tetaplah perjuangan yang akan selalu di catat oleh Rabb semesta alam, karena Allah telah menyatakan bahwa Dia tidak akan menyia-nyiakan orang yang berbuat kebaikan. Kebaikan apa lagi yang lebih besar dari orang yang menyerahkan jiwa raganya untuk diremas dan diluluh lantakkan hanya karena kalimat “Tauhid”?

Perjuangan tetaplah perjuangan, “Aljaza min jinsil ‘amal” Allah pun mema-sukkan sang habib ke jannah-Nya yang seluas langit dan bumi dan diberikan padanyalah segala sesuatu yang ia inginkan! kenikmatan mana lagi yang lebih membuat bibir kita mengalirkan air liur ketika Allah siapkan buah-buahan yang manis, minuman yang segar, wanita-wanita yang belum pernah tersentuh oleh jin dan ma-nusia. Hingga walaupun harus mati sebelum menikah pun, ia akan berusaha unt-uk bisa mendapatkan apa yang telah Allah janjikan itu. Walaupun ia harus mati tanpa ada orang yang mengenal jasadnya kecuali saudara perempuannya sendiri pun ia rela. Walaupun ia harus meninggalkan ranjang pengantin yang masih menina bobokannya pun ia akan berlari untuk mengejar kenikmatan yang tidak akan pernah terhenti. Walaupun ia tidak mendapatkan kain kafan untuk menutupi tubuhnya ketika raga meregang nyawa. Namun…, rijal (pahlawan) tetaplah rijal yang akan teguh berdiri untuk meraih cita-cita tertinggi meraih keridhoan termulia dan menduduki tempat tinggal abadi di sisi Sang Khaliqnya

Syurga tetaplah syurga yang akan selalu menantikan orang-orang yang tergerak untuk membuktikan keimanannya dengan amal perbuatan. Terlalu banyak sudah dosa yang telah kita perbuat, tidak ada kata lagi kecuali kita harus kembali mensucikan diri agar kita bisa menghadap-Nya dengan qolbun salim, salim dari segala ghil yang ada. Tetaplah bersabar di atas jalan perjuangan walaupun kita tak dikenal oleh siapapun, karena Allah dzat yang telah menciptakan kita tak akan per-nah lalai atas kebaikan yang telah kita perbuat. Masih panjang jalan perjuangan dihadapan kita. Bersabarlah atas musibah yang menimpa kita, karena apa yang ada di sisi-Nya adalah hakekat yang selama ini kita cari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: