DIA Tidak Akan Jemu Mengampunimu

Saudaraku

Ketika dosa-dosa membentuk pagar kokoh yang menghalangi kita dari kebaikan. Ketika kabut maksiat menyelimuti hati sehingga menyamarkannya dari petunjuk. Ketika kehidupan kian gersang laksana hamparan sahara luas yang tandus nan kering. Ketika gerak langkah hanya mengikuti fatamorgana yang tiada nyata. Curahan hujan nikmat dari langit pun tidak bisa menjernihkan matanya yang penuh debu dosa untuk menapaki kehidupan.

Maka, ketahuilah bahwa kita memiliki Rabb yang mau mengampuni semua dosa-dosa bila Dia mendengar kita dengan sepenuh hati bersimpuh melantunkan permohonan ampun.

Taubat…. Ya, taubatlah yang akan merobohkan pagar dosa penghalang kebaikan dan menghembuskan angin ketenangan yang menyingkirkan kabut kegelisahan maksiat. Taubat pula yang akan menjadi tetesan embun pencuci noda dosa yang membutakan mata hati.

Taubat merupakan suatu hal yang niscaya. Bahkan, seorang yang beriman pun diperintahkan untuk bertaubat. Karena tidak ada seorang manusia pun yang luput dari salah dan dosa.

Alloh  sangat senang melihat hamba-Nya bertaubat. Bahkan lebih senang dari hamba itu sendiri. Tangan-Nya senantiasa terulur untuk mengampuni hamba-Nya yang durhaka siang dan malam.

Rasulullah  bersabda: “Sungguh, Alloh mengulurkan tangan-Nya di malam hari untuk memberikan ampunan kepada mereka yang melakukan dosa di siang hari. Alloh juga mengulurkan tangan-Nya di siang hari untuk memberikan ampunan bagi orang yang melakukan dosa di siang hari.” (HR. Muslim)

Wahai jiwa yang berlumuran nanah perbuatan keji dan mungkar, ingatlah bahwa Alloh  telah berjanji, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Dia telah berjanji kepada hamba-hamba-Nya. Selama mereka masih memohon dan mengharap ampunan-Nya, Dia pasti akan mengampuni sebesar apapun dosa mereka. Bahkan, sekiranya dosa mereka memenuhi seisi langit dan bumi, kemudian mereka memohon ampun, niscaya Alloh akan mengampuninya.

Sungguh malang orang yang menganggap dirinya suci. Ia enggan untuk memohon ampun. Padahal, bagaimana bila dalam jasadnya ternyata hanya ada jiwa tercela, hati yang keras, sukma yang tua, pikiran yang pasif, raga yang membangkang dan semangat mementingkan dunia daripada akhirat? Sungguh, kemalangan di atas kemalangan.

Wahai jiwa yang telah menjadi budak kemaksiatan! Wahai jiwa yang tergoda bujuk rayu setan! Bertaubatlah atas dosa-dosa sebelum raga meregang nyawa. Bertaubatlah sebelum terlambat, meski mungkin akan terjatuh kembali ke dalam perbuatan dosa. Demi Alloh! Dia Yang Maha Pengampun tidak akan jemu mengampuni hamba, hingga sang hamba jemu memohon ampunan-Nya. Wallohu a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: