Sang Raja yang Sakit

Sang Raja yang Sakit

Kenapa Allah berlaku tidak menguntungkan padaku padahal aku sudah ibadah…?! Kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (shalih/shalihah) tapi mereka dapat ujian juga, tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan masih banyak lagi musibah/ujian lainnya.

Di kesempatan yang lain kita kadang iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, ke-napa Allah berlaku demikian…???

Pada hari Jum’at, seorang Ustadz bercerita tentang dialog antara Malaikat dan Allah. Dialog terjadi berawal dari keputusan Allah yang membuat Malaikat menjadi bertanya-tanya. Masalahnya perihal ada seorang raja yang shalih terlihat nasibnya kurang baik. Tetapi di daerah lain ada seorang raja yang zhalim, nasibnya lebih baik daripada raja yang shalih tadi.

Kisahnya begini. Pada suatu ketika, raja yang shalih menderita sakit keras dan untuk bisa sembuh, seorang tabib mengatakan agar raja itu memakan se-ekor ikan yang tidak biasa, masalahnya ikan itu sangat sulit dicari. Ikan itu pun tidak dapat ditemukan. Padahal seharusnya pada saat-saat itu biasanya ikan yang dimaksud banyak bermunculan. Tapi Allah berkehendak lain, ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang shalih itu karena tidak mendapat obat.

Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang shalih, melain-kan raja yang zhalim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Allah berkehendak lain, ikan-ikan itu pun bermuncul-an dan akhirnya sembuhlah si raja zhalim itu.

Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya, dan begitu pena-sarannya, terlontarlah pertanyaan malaikat kepada Allah, “Ya Allah, kenapa raja yang zhalim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang shalih itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?”
Lalu Allah menjelaskan, “Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang shalih untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal shalih. Karena keburukannya telah Ku-balas di dunia.”

Malaikat melanjutkan pertanyaan-nya, lalu bagaimana dengan raja yang zhalim itu ya Allah?” Allah pun menjelas-kannya kembali, “Sebaliknya untuk raja yang zhalim itu sengaja Kuberi dia kesem-buhan, dan bagaimanapun raja yang zhalim itu mempunyai kebaikan semasa di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia, dia tidak akan memba-wa amal kebaikan, melainkan hanya membawa amal buruk, karena

kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia.
Dari cerita di atas dipikirkan, setidak-nya kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sen-diri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Allah berlaku tidak meng-untungkan kita padahal sudah ibadah?

Dan kita juga pernah melihat ada bebe-rapa orang yang baik (shalih/ shalihah) tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta, dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya. Di sisi lain rasa iri melihat orang yang ibadah-nya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya sukses, serba mewah, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Allah berlaku demikian…???

Jawabannya, biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hamba-hamba-Nya yang lain, karena Dia-lah (Rabb) Sang Pemilik alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya. Kita sebagai manusia teruslah ikhtiar dan meningkatkan iba-dah tanpa harus mendikte Allah, meng-ikhlaskan diri dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! Karena bila kita ridha terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridha-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rah-mat-Nya, dan yang lebih penting dijauh-kan dari siksa bakaran api neraka yang bahannya dari manusia dan batu yang sungguh itu amat pedih.

Mengenai musibah yang terjadi/ menimpa seperti itu tadi ikhlaskan saja, insyallah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akhirat dan akan mem-beratkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang shalih di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akhi-rat, subhanallah.
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian, dan boleh jadi (pula) kalian menyukai sesuatu, pada-hal ia amat buruk bagi kalian; Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 216)

Wallahu’alam bish shawab

Eramuslim

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: