Pesona Kebodohan

Bukan hanya para ‘Caleg’ yang ge-tol bermanis mulut dan tebar pesona jelang pemilihan gubernur yang kini se-dang musimnya dan pemilu 2009 nanti, namun kebodohan juga, bisa menebar pesona. Ya iya lah, kita-kitanya saja yang nggak melek and mmoh! Bahkan ter-kadang dan tak disadari kita pun tertipu dengan keadaan ini. Ya, kita sering ber-ada dalam jerat tipuan diri, suatu ke-bodohan diri yang sering diselimuti de-ngan perasaan merasa lebih hebat, me-rasa lebih pinter, merasa sudah takwa, dan sok ngerasa-ngerasa yang lainnya dech! Tul ga’ nich? nah sobat, claim-claim itulah yang sebenarnya kebodo-han, merasa diri sudah pintar, justru itulah kebodohan!

Idola kita yaitu Nabi Muhammad bersabda, ”Barangsiapa yang dikenda-ki oleh Alloh menjadi baik, maka Dia memberi kefahaman ilmu (masalah) aga-ma.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa penyebab dari kebodohan ter-sebut? Betul… Seratus buat kamu sobat, seribu buat Ka_Ge. He… he…, ya sum-ber dari segala penyebabnya adalah ka-rena tidak mau belajar! Simpel memang. Makanya kita harus sering-sering meng-upgrade terus semangat dan hobi be-lajar kita! Yuk mencari ilmu! Kita jadi-kan ilmu dan belajar lebih bermakna ketimbang sepotong ayam bakar atau semangkuk bakso! Krubuk… krubukk… loh kok? Lapeeer?

Ilmu apa sobat? Ini pun harus kita tanya dan rinci terlebih dahulu, tul gak? Karena banyak sekali ilmu-ilmu yang tersebar dan kita jumpai. Ilmunya pa-ranormal ya … perdukunan, komu-nitas maling keahliannya dalam mencuri, dan sederet jabatan sesat lainnya. Gawat dah!

Alloh berfirman, ”Katakanlah; samakah orang-orang yang menge-tahui dan orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Az-Zumar:9)

Jelas beda dong…, gelapnya ke-bodohan tidak sama dengan terang benderangnya ilmu pengetahuan? Hanya mata dan hatinya yang min plus, plus-minus saja alias buta yang nggak bisa bedain. Buktinya, banyak sekali orang besar dan meroket se-mangat menuntut ilmunya namun hasilnya beragam. Ada yang digu-nakan untuk menipu orang, demi keterkenalan, alat meraih tampuk kursi kekuasaan de el el. Capek dech! Tentunya ada pula seabreg tokoh yang sukses, jujur dan berjiwa lurus dalam meniti dan mengamal-kan Islamnya.

Ini, apa artinya sobat? Kita kudu tahu dulu, siapa yang menguasai dan memiliki segala ilmu? Sobat muda, Alloh lah sebagai yang Maha Memiliki ilmu. Barulah kita memintanya! Teruzz, tidak hanya berhenti sampai di situ, kita pun harus melanggengkan permohonan kepada Alloh agar tidak bosan, serta agar tetap ikhlas dan berada di atas jalur yang benar di dalam menun-tut ilmu.

Saudara-saudara kita yang ter-kena fitnah ajaran-ajaran sesat, ke-napa penyebabnya? Pertama, Qo-dho dan Qodar-Nya, kemudian ya, ka-rena kebodohan itu tadi. Karena tidak memiliki ilmu yang benar tentang Alloh ‘Azza wa Jalla, Nabi dan Islam. Wal-hasil ya gitu dech, carut-marutlah ke-agamaan para pengikut al-Qiyadah Is-lamiyah, Ahmadiyah, Edeniyah dan sekte-sekte sesat lainnya.

Yap. Sangat penting buangngett sobat! Ketika kita harus berada di alur kebenaran dalam mencari ilmu. Sum-bernya benar dan pemahamannya pun harus benar. Sekali lagi harus benar! Sa-king pentingnya nih. Jadi Ka_Ge me-wanti-wanti, jangan sampai ada budaya dan trend “ngaco” yang kini beredar di masyarakat, menyusup ke relung hati dan benak kita. Coba saja kita pasang mata, pasang telinga, ada orang yang belajar Islam, sumber rujukannya orang-orang atheis, dan orang-orang kafir ba-rat. Ya nggak nyambung-lah!

By the way…, akibat salahnya ke-tika menuntut ilmu Islam tersebut, ba-nyak orang yang menjadi tokoh, prof. Dr. dan ahli yang katanya “pinter”. Se-pulangnya “mondok” di padepokan pa-man Bush, Blair atau Inglander/ bahe-roh, bukannya menjadi pendekar-pen-dekar pembela Islam, malah seenak ude-lnya pinter melintir-melintir ayat Al-Qur’an potong sana-sini, menghina Alloh , Nabi , dan Islam sekaligus. Hajar aja bams… (maksudnya sobat)! Tak diragukan lagi sobat mereka harus menengok ke belakang. Katakan kepa-da mereka ”Kalian telah salah jalan dan tersesat, ibarat membeli terasi di toko bangunan”.

Nah itu tadi sobat, kita kudu kembali dan harus memiliki prinsip penting. Yaitu benar dalam sumber dan pemahaman dalam berilmu dan mengilmui sesuatu. Hanya Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para sahabatlah sebagai sumber dan pemahaman yang benar untuk me-mahami Islam.

”Ya Alloh penguasa dan pemilik ilmu. karuniai dan cahayailah Kami dengan ilmu-Mu, dan mampukan pula Kami untuk mengamalkannya.”
Sobat, masihkah kita memeli-hara kemalasan? Katakan ”No way!” walaupun kebodohan akan tetap menebarkan pesonanya, tetapi tak berlaku bagi dirimu saudaraku….

Sebelum kita sudahi…, yuk kita renungi hadits berikut ini!
Rosululloh bersabda, ”Perum-pamaan petunjuk dan ilmu yang diberikan Alloh kepadaku, laksana hujan yang menimpa bumi. Maka sebagian tanah ada yang baik (su-bur), lalu tumbuhlah tumbuh-tum-buhan dan rerumputan yang ba-nyak. Ada pula tanah yang kering tetapi bisa menyimpan air, lalu Alloh memberikan manfaat kepada manu-sia, mereka bisa minum dari air itu, memberi minuman ternak dan ber-tani. Ada lagi air yang menimpa ba-gian bumi lain yang datar dan lunak yang tidak dapat menyimpan air dan tidak dapat menumbuhkan tumbu-han. Demikianlah perumpamaan orang yang berlmu dan mengetahui masalah agama dan mengerjakan-nya dan perumpamaan orang yang tidak menerima petunjuk Alloh yang ditugaskan kepadaku.” (HR. Bukhari)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: