Ketika Harus Pindah Rumah

Rumah, tempat tinggal yang mendatangkan ketentram-an bagi para penghuninya. Secara fisik, bangunan rumah yang terdiri dari berbagai ruangan dengan kelengkapan perabotannya sangat dibutuhkan oleh seluruh anggota keluarga. Rumah memang diperun-tukkan bagi keluarga untuk meran-cang, melaksanakan, dan mengeva-luasi segala aktivitas.

Segala aktivitas dimulai dari rumah. Hal ini disepakati oleh mereka yang memfungsikan rumah sebagai tempat berkumpulnya “manajer, direksi, dan staf”. Tidak berlebihan bila rumah diibaratkan sebagai perusahaan yang mengusung visi dan menjalankan misi demi tercapainya keluarga sakinah.

Sakinah dimaknai sebagai kete-nangan dan ketenteraman jiwa. Ha-kikatnya hanyalah Alloh yang menganugerahi ketenangan ke dalam hati orang-orang beriman agar tabah dan tidak gentar menghadapi segala bentuk tantangan, rintangan, ujian, cobaan dan musibah. Dengan demi-kian, keluarga sakinah dapat berarti keluarga yang tangguh dan di dalam-nya setiap anggota menemukan ke-tenangan dan ketenteraman jiwa. Keluarga sakinah tidak lain adalah keluarga yang bahagia lahir batin, penuh diliputi cinta kasih mawaddah wa rahmah.

Alloh berfirman,“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kamu cen-derung dan merasa tenteram kepa-danya, dan dijadikan-Nya diantara kalian rasa kasih dan sayang. Sesung-guhnya pada yang demikian itu be-nar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum: 21)

Demikian pula firman-Nya, “Se-sungguhnya orang-orang yang ber-iman dan beramal-shalih, kelak Alloh Yang Maha Pemurah akan menanam-kan dalam (hati) mereka rasa cinta (kasih sayang).” (QS. Maryam: 96)

Tidak sedikit masalah yang diha-dapi oleh setiap keluarga. Bila sebuah keluarga belum memiliki rumah, maka ini merupakan bagian masalah utama baginya. Bila ia sudah mampu me-netap di suatu rumah, ia pun berpikir tentang tetangganya. Bila mereka ha-rus pindah rumah, ini pun perkara yang tidak bisa diremehkan.
Setidaknya ada 2 persoalan yang perlu diperhatikan ketika suatu ke-luarga harus memutuskan pindah rumah. Terlepas dari faktor penyebab mereka harus pindah rumah. Bisa karena tuntutan pekerjaan, atau ka-rena bencana alam, dan lain-lain. Tetapi yang pasti, 2 hal yang mesti diperhatikan adalah mengenai te-tangga, dan pengaruh pindah ter-hadap anak-anak.

Memilih Tetangga

Tetangga memiliki pengaruh yang tidak kecil terhadap suatu keluarga. Ini pasti, siapa yang ingin mengisolir diri, sedangkan ia hidup di sekitar keluarga lainnya. Terlebih lagi Rasulul-lah mengabarkan kepada kita ten-tang pentingnya tetangga yang baik sebagai unsur kebahagiaan keluarga. Beliau juga menyebutkan hal yang termasuk kesengsaraan di antaranya tetangga yang jahat. Karena bahaya-nya tetangga yang jahat ini, Rasulul-lah berlindung kepada Alloh dari-nya dengan berdo’a, “Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga nomaden (tinggal untuk waktu tertentu) akan pindah”. Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk berlindung pula darinya dengan mengatakan, “Berlindunglah kalian kepada Alloh dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga yang nomaden akan berpindah daripadamu”.

Peringatan ini berlaku kepada se-mua orang agar menjadi tetangga yang baik. Bagi pendatang, mestilah ia memperhatikan kaidah-kaidah bertetangga, dan menemukan ling-kungan tetangga yang baik. Sedang-kan bagi pemukim lama, patutlah ia menerima orang baik-baik di ling-kungan sekitar tempat tinggalnya tersebut.
Dalam hal ini, bagi seseorang yang hendak mencari tempat tinggal baru (menetap ataupun mengontrak), se-benarnya ia harus terlebih dahulu mengenal lingkungan tempat ia akan tinggal. Tidak sedikit pengalaman keluarga yang tidak menemukan keharmonisan dengan lingkungan tempat tinggal barunya, lantaran ia lalai memperhatikan kondisi lingkung-an, karakter dan kebaikan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Dampaknya Terhadap Anak

Berpindah-pindah rumah, dari satu rumah ke rumah lain, mencari yang terbaik. Perpindahan rumah ini membawa perubahan lingkungan secara keseluruhannya; lingkungan yang dimiliki anak-anak, yang me-nyatukannya dengan keluarga dan lingkungannya, tempat ia berinter-aksi dengan lingkungannya.

Meskipun alasan perpindahan rumah adalah baik, tetapi kita pun perlu memperhatikan sejumlah hal negatif yang mungkin terjadi kepada perkembangan anak-anak kita.

Pada dasarnya, anak selalu ber-sama dengan keluarganya. Kepin-dahan orang tua akan berpengaruh terhadap anak-anak mereka.

Anak yang berpindah tempat ting-gal, sudah jelas, ia akan kehilangan kawan-kawan lamanya. Secara psi-kologis pun, ia mengalami gangguan istirahat dan situasi (karena suasana kamar dan lain-lain yang berbeda). Ia pun perlu menyelaraskan kembali lingkungan bermainnya dengan apa yang sudah terekam di benaknya, sebagaimana bayangan rumah di mana ia dilahirkan dan ia tinggal di
dalamnya.

Lebih jauh, bila ia sudah meng-injak usia sekolah, maka ia akan ter-putus dari sekolah dan terputus inter-aksinya dengan lingkungan dan ka-wan-kawan di lingkungan sekolah-nya, bahkan dengan kursi yang per-nah ia duduki dahulu.

Apabila kondisinya demikian, maka sang anak perlu diberi pengertian yang bisa ia cerna. Hal ini perlu dilakukan agar hal negatif tersebut tidak membesar. Terlebih lagi apa-bila perpindahan tersebut karena faktor perpecahan rumah tangga (perceraian).

Intinya, sepantasnya bagi setiap keluarga yang hendak berpindah ru-mah memberikan pengertian kepada anak-anak tentang semua hal itu, dan yakinkan kepada mereka bahwa ke-pindahan tersebut akan lebih men-datangkan kebaikan bagi seluruh ang-gota keluarga.

Keluarga juga harus bisa mem-bantu anak-anaknya dalam bersa-habat dengan lingkungan barunya, dan memberi motivasi kepada anak untuk menjalin interaksi yang positif dengan lingkungan barunya tersebut.

Sesungguhnya di antara keindah-an Islam adalah besarnya motivasi untuk menjalin silaturahim, bertetang-ga secara baik, baik dengan tetangga dekat maupun jauh, saling mengun-jungi dan saling memberi hadiah. Kebaikan inilah yang mesti dibangun, bagusnya agama dan akhlak seluruh anggota keluarga ketika berinteraksi dengan tetangga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: