HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

HIKMAH DI BALIK MUSIBAH

“Ujian akan datang terus kepada seorang mukmin atau mukminah mengenai jasadnya, hartanya, anaknya, sehingga ia menghadap Allah tanpa membawa dosa.” (HR. Tirmidzi)

Krisis ekonomi yang menghimpit negeri tercinta pada masa kini, ternyata membuahkan dua sikap yang berlawanan pada diri rakyat Indonesia. Sebagian mereka mengalami kegalauan hidup, kekeringan jiwa, stress, bahkan fenomena bunuh diri menjadi kian marak. Sebagian yang lain bersikap tegar dan sabar atas keadaan yang menimpa mereka.

Saudaraku… bagaimana sikap seorang mukmin saat menghadapi kesempitan hidup? Apakah hikmah yang dapat kita peroleh pada saat Allah menguji kita dengan kesulitan hidup?

Agar memperoleh jawaban yang tepat, marilah kita perhatikan petunjuk Nabi Muhammad sebagai berikut,
Dari Shuhaib , dia berkata, Rasulullah bersabda, “Sangat menakjubkan urusan bagi orang mukmin, sesungguhnya segala urusannya baik baginya. Apabila mendapat kesenangan dia bersyukur, maka yang demikian itu baik baginya. Apabila ia ditimpa kesusahan ia bersabar, maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim)

Setiap manusia ketika berhadapan dengan takdir Allah akan mengalami salah satu di antara dua perkara, yaitu bergembira atau bersedih. Ketika mendapatkan musibah, manusia dibagi menjadi dua macam, yaitu beriman atau tidak beriman.

Orang yang beriman ketika menghadapi apapun yang ditakdirkan Allah kepadanya, menganggapnya sebagai suatu kebaikan. Jika ia ditimpa kesusahan dan kesempitan hidup, maka ia sabar terhadap takdir Allah tersebut. Di samping itu, ia mencari jalan keluarnya dan mengharap pahala dari Allah . Sikap yang demikian itu baik baginya, sebab dengan kesabaran itu dia mendapatkan ganjaran bagi orang-orang yang bersabar.

Jika dia mendapatkan kenikmatan, baik nikmat agama seperti ilmu dan amal shalih, maupun nikmat dunia seperti harta, anak, dan istri, dia bersyukur kepada Allah. Ketika ia bersyukur kepada Allah, maka yang demikian itu baik baginya.

Sedangkan orang kafir, dia selalu dalam keburukan. Jika mendapatkan kesusahan dia tidak sabar tapi mengumpat, melakukan sumpah serapah, mencela waktu, mencela zaman dan bahkan mencela ketetapan Allah .

Sikap sabar dan bersyukur pada seorang mukmin menjadikan Rasulullah begitu kagum dan terkesan kepadanya. Bila manusia mewujudkan kedua sikap ini, maka mereka dapat meraih dan menggapai kebahagiaan hidup. Dengan sikap sabar beban dan masalah yang menimpanya menjadi ringan, bahkan ia ridha dan berhati lapang terhadap segala ketetapan dari Allah . Sebab segala apa yang ditakdirkan Allah mengandung kebaikan dan kemaslahatan bagi hamba-hamba-Nya.

Saudaraku… musibah yang menimpa kaum mukmin seperti sakit, kehilangan harta, kemiskinan, kematian yang menimpa anggota keluarganya, kesulitan hidup atau musibah yang lain mengandung nilai kebaikan dan hikmah.

Marilah kita perhatikan petunjuk wahyu ilahi (hadits) yang menggambarkan hikmah di balik musibah yang menimpa kehidupan kaum mukminin.

Ummu Salamah berkata, “Saya mendengan Rasulullah bersabda, ‘tidak ada seorang muslimpun yang ditimpa suatu musibah lalu mengucapkan apa yang diperintahkan oleh Allah,
اِنَّا لِلَّهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ, اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا.
yang artinya, ‘Sesungguhnya kita ini milik Allah dan kepada-Nyalah kita kembali, ya Allah berikanlah kepadaku atas musibah ini dan gantikanlah dengan yang lebih baik darinya’, kecuali Allah akan menggantikannya yang lebih baik darinya’. Maka ketika Abu Salamah (suamiku) wafat, aku bergumam, siapa di kalangan kaum muslimin yang lebih baik dari Abu Salamah, sebuah keluarga yang pertama kali berhijrah kepada Rasulullah ? Tetapi aku lalu mengucapkan do’a tersebut. Allah pun menggantikanku dengan Rasulullah . (HR. Muslim)

Saudaraku… betapa besar kasih sayang Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Musibah yang menimpa manusia merupakan sarana memperoleh pahala dan balasan dari-Nya bila seseorang bersabar menghadapinya. Di samping itu, jika ia memanjatkan do’a dengan tulus dan ikhlas, maka Allah akan mengganti musibah yang menimpanya dengan sesuatu yang lebih baik. Sebagai manusia biasa Ummu Salamah tentunya bersedih saat ditinggal suami tercinta. Suaminya berperan besar dalam membimbing dan mengarahkannya ke jalan hidayah. Ia pun sebagai pendamping setia bagimya saat bahagia atau sengsara. Namun ia tidak larut dalam kesedihan. Ia meminta bimbingan dan petunjuk kepada Rasulullah . Akhirnya beliau pun mengajarkannya sebuah do’a yang sangat agung lagi mulia. Ummu Salamah mengamalkan do’a tersebut dengan khusyuk dan penuh harapan. Allah pun mengabulkan do’anya. Seusai masa iddah, Rasulullah memerintahkan kepada Hatib bin Balta’ah agar meminang Ummu Salamah untuk Beliau .

Hikmah lain dari musibah adalah penghapus dosa. Aisyah berkata, Rasulullah bersabda, “Setiap musibah yang menimpa seorang mukmin pastilah Allah menjadikannya sebagai kaffarah (penghapus) atas dosa-dosanya sampai-sampai duri yang menusuknya.” (HR. Muslim)

Rasulullah bersabda, “Ujian akan datang terus kepada seorang mukmin atau mukminah mengenai jasadnya, hartanya, anaknya, sehingga ia menghadap Allah tanpa membawa dosa.” (HR. Tirmidzi)
Kedua hadits di atas memberi kabar gembira bagi mukmin laki-laki atau perempuan yang tertimpa musibah.

Sikap seorang mukmin saat Allah menguji pada jasadnya, baik berupa sakit atau fisik kurang sempurna, ia pun bersabar sebab ia yakin bahwa hal tersebut dapat menebus dosa. Saat Allah menguji pada keluarganya, berupa kematian anak, istri atau suaminya , ia pun tegar dan ia pun paham segala sesuatunya milik Allah . Di samping itu ia begitu mengingat dan mengenal hadits Rasulullah yang berbunyi, “Allah berfirman, tidak ada balasan yang Kusediakan bagi seorang hamba-Ku yang beriman, jika Aku ambil kekasihnya (suaminya atau istri atau anak atau saudaranya) dari penduduk dunia, lalu ia bersabar dan mengharap pahala kepada-Ku semata kecuali baginya surga.” (HR. Bukhari)

Saat Allah menguji hartanya berupa kehilangan, perampokan, dan pencurian, ia pun sadar bahwa harta merupakan barang titipan dari Allah yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, ia bersabar dan ridha.
Saudaraku… teladan dan contoh terbaik setelah Rasulullah adalah para sahabat beliau . Mereka generasi terbaik sepanjang zaman. Kita pantas meneladani akhlak dan sikap mereka pada saat menghadapi ujian dari Allah . Oleh karena itu, marilah kita perhatikan beberapa untaian mutiara mereka. Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran darinya.

Dari Asy-Sya’bi diriwayatkan bahwa ia berkata, “Syuraih berkata, sesungguhnya aku tertimpa musibah, sehingga aku bersyukur kepada Allah empat kali, aku bersyukur karena musibah yang lebih besar darinya tidak menimpaku, aku bersyukur karena Allah masih memberiku kesabaran menghadapinya, aku bersyukur karena Allah masih memberiku taufik untuk mengucapkan istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’un) karena aku mengharapkan pahala, dan aku bersyukur karena musibah itu tidak menimpa pada agamaku.”

Ghassan bin Mufadhdhal Al-Ghullabi diriwayatkan bahwa ia berkata, “Sebagian sahabat kami telah menceritakan kepada kami, bahwa ada seorang lelaki yang mendatangi Yunus bin Ubeid untuk mengadukan kesulitan dalam hidupnya dan kondisinya yang terjepit, ia merasa gundah dengan semua itu. Yunus menanggapinya dengan bertanya, apakah engkau suka apabila penglihatanmu dibeli dengan harga seratus ribu dirham? Ia menjawab, tentu tidak. Bagaimana dengan pendengaranmu? Ia menjawah, juga tidak. Bagaimana dengan lidahmu? Tanya beliau lagi. Ia menjawab, juga tidak. Yusuf bertanya lagi, bagaimana dengan otakmu? Ia menjawab, juga tidak, meskipun sebagiannya. Kemudian beliau mengingatkan dirinya akan nikmat-nikmat Allah yang lainnya. Setelah itu Yunus menandaskan, aku melihat engkau memiliki beratus-ratus dirham (bahkan lebih), tetapi kamu masih juga mengeluhkan hajatmu?”

Saudaraku… dua kisah di atas sungguh sangat menakjubkan. Mereka menganggap bahwa musibah memiliki nilai-nilai positif bagi kehidupan agama dan pribadi. Oleh karena itu, mereka menghadapinya dengan kesabaran dan ketegaran. ■

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: