EFEK MEDIS BERSEDEKAH

EFEK MEDIS BERSEDEKAH

Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkanlah do’a untuk menghadapi datangnya bencana.
(HR. Ath-Thobrani)

Saudaraku… Sedekah, sebuah amal ibadah yang kurang diminati oleh mayoritas kaum muslimin karena terkesan menyebabkan berkurangnya harta, ternyata memiliki kekuatan dan khasiat sangat dahsyat lagi luar biasa.

Satu khasiat yang direkomendasikan oleh hadits Rasulullah adalah mampu mengobati berbagai macam penyakit fisik maupun psikis yang mendera kehidupan manusia. Efek medis yang terkandung dalam sedekah ini memang belum banyak dipahami dan disadari oleh umat Islam. Sehingga, kebanyakan mereka masih berkiblat pada pengobatan medis-kimiawi untuk mengobati berbagai macam penyakit, daripada menempuh pengobatan ilahiyyah dengan jalan sedekah.

Saudaraku, perhatikanlah dua hadits
berikut: Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili , ia berkata: Nabi Muhammad telah bersabda,
دَاوُوْا مَرْضَا كُمْ بِالصَّدَقَةِ
“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi, Syaikh al-Bani menghasankannya di dalam shohihul Jami’ 1/634, no.3358.

Dari Abu Huzhaifah bin Yaman , dari Nabi , bahwa Beliau bersabda:
“Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, sholat, sedekah, dan amar ma’ruf dan nahi mungkar.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Dua hadits di atas secara jelas memuat pernyataan dari Allah dan Rosul-Nya tentang khasiat obat-obatan ilahiyyah dalam menghapus bencana dari kehidupan manusia, termasuk sakit.

Puasa, sholat, sedekah, amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah jenis obat ilahiyyah yang acapkali menjadi solusi atas kebutuhan obat-obat medis dalam menyembuhkan penyakit. Bahkan dalam hadits pertama Nabi memerintahkan kita untuk menggunakan obat ilahiyyah sedekah guna melawan berbagai macam penyakit yang menimpa kita.
Saudaraku… mungkin hati kita bertanya-tanya. Bagaimana sedekah bisa berfungsi untuk menyembuhkan penyakit? Bukankah secara lahiriyah sedekah ‘hanyalah’ ibadah semata, yang tidak memiliki efek medis apapun? Untuk menjawab pertanyaan di atas dibutuhkan dua prinsip dasar sebagai berikut:

Pertama, bahwa Allah menurunkan penyakit, dan Dia bersama itu juga menurunkan obatnya. Allah memberikan kesembuhan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Allah juga akan meletakkan obat sebagai sarana kesembuhan itu di mana saja yang Dia kehendaki.

Mungkin saja obat itu ada di pil-pil kimia, atau jamu-jamu tradisional, atau berbagai macam obat herbal atau pijat refleksi. Termasuk juga sangat mungkin sekali jika Allah berkehendak meletakkan obat bagi penyakit itu berada dalam amalan ibadah sedekah. Dan tak ada kekuatan makhluk pun di muka bumi ini yang mampu menentang dan melawan kehendak Allah . Rasulullah bersabda,
تَدَاوُوْا عِبَادَ اللهِ تَعَالَى لَمْ يَضَعْ دَاءً اِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الهَرَمَ
“Berobatlah, wahai hamba Allah, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan obatnya, kecuali satu
penyakit yaitu tua.” (HR. Ahmad).

Kedua, tatkala Allah menghendaki sesuatu, Dia hanya berfirman, “Jadilah, maka akan terjadilah sesuatu itu.
Allah berfirman,
اِذَا قَضَى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ
“Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS. Maryam:35)
Contoh nyata dari hal ini adalah terjadi pada kisah Nabi Zakariyya . Ia telah mencapai usia sangat tua sementara belum memiliki keturunan. Ditambah lagi dengan keadaan istrinya yang mandul. Akan tetapi atas kehendak Allah dan kekuasaan-Nya Nabi Zakariyya pun akhirnya memperoleh buah hati yang begitu diidam-idamkan. Perintiwa ini Allah gambarkan dalam firman-Nya, “Zakariyya berkata: “Ya Robbku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku adalah seorang yang mandul”. Allah berfirman: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”. Zakariyya berkata: “Berilah aku suatu tanda (bahwa istriku telah mengandung)”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah nama Rabbmu sebanyak-banyaknya serta betasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (QS. Ali Imran:40-41)

Oleh karena itu apabila Allah menghendaki sembuh bagi kita, sembuhlah penyakit kita. Sangat mudah bagi Allah untuk melakukan semua hal ini walaupun mungkin kita yang sakit sudah melanglang buana dalam waktu yang panjang untuk mendapatkan obat bagi penyakit kita. Ketika Allah menghendaki kesembuhan itu melalui perantaraan sedekah, maka saat orang yang sakit itu bersedekah, maka ia pun menjadi sembuh. Sabda Nabi di bawah ini kiranya dapat memperkuat pemahaman ini,
اَلدَّوَاءُ مِنَ الْقَدَرِ وَهُوَ يَنْفَعُ مَنْ شَاءَ بِمَا شَاءَ
“Obat termasuk bagian dari takdir. Obat bermanfaat bagi siapa yang Allah kehendaki, berupa apa yang Allah kehendaki.” (lihat, Shohih Jami’ al-Bani 3416)

Bagi saudaraku yang masih terbaring di rumah sakit, walaupun Anda masih menjalani pengobatan medis, tak mengapa, tetaplah bersedekah. Dengan keikhlasan niat dan kemantapan iman, sedekah yang Anda keluarkan itu insya Allah akan mempercepat kesembuhan anda. Simaklah baik-baik kisah nyata di bawah ini!
Di dalam kitab Siyar A’lamu an-Nubula’ 8/407 disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Abdulloh bin Mubarok tentang luka bernanah yang keluar dari lututnya tujuh tahun yang lalu. Ia telah mengobatinya dengan berbagai macam obat dan bertanya kepada para dokter, tetapi belum sembuh juga. Maka beliau pun menjawab, “Pulanglah, lalu galilah sumur di tempat orang-orang yang membutuhkan air. Sesungguhnya aku berharap akan keluar mata air di sana, dan darahmu akan berhenti.” Laki-laki itu pun melaksanakan perintah Ibnu Mubarok, maka ia pun sembuh.”
Dikisahkan ada seorang wanita yang mengalami gagal ginjal. Ia sudah berulang kali memeriksakan dan mengobati penyakit yang dideritanya tersebut. Akhirnya, ia mencari-cari sekiranya ada orang yang mau merelakan ginjalnya untuk disumbangkan kepada dirinya, dia siap membayar dengan uang 20.000 Riyal (±Rp 50.000.000,-).
Tersebarlah berita tersebut di kalangan orang-orang ketika itu, hingga ada seorang wanita yang mendengar kabar tersebut di kalangan orang-orang tersebut yang akhirnya langsung menuju ke rumah sakit untuk mendonorkan ginjalnya. Ia menyetujui seluruh ketentuan-ketentuan yang diajukan kepadanya sebelum menjalani operasi. Di hari yang telah ditentukan, perempuan yang sakit tersebut menemui sang pendonor, ternyata ia sedang menangis. Karena heran melihat keadaannya, ia pun bertanya, “Apakah Anda merasa terpaksa dan keberatan dengan operasi yang akan Anda jalani?” Wanita pendonor itu berkata, “Sebenarnya tiada yang mendorongku untuk mendonorkan ginjalku selain kemiskinan yang menimpa diriku dan aku sangat membutuhkan uang.”

Wanita pendonor itu kembali menangis tersedu-sedu, maka wanita yang sedang sakit itu menenangkannya dengan mengatakan, “Silahkan engkau ambil uang ini, dan aku tidak menghendaki sesuatu pun darimu…”. Beberapa hari kemudian perempuan yang sakit tersebut kembali ke rumah sakit. Ketika tim dokter memeriksa penyakitnya, begitu terkejutnya mereka, karena tidak mendapati sedikitpun bekas sakit pada dirinya. Alhamdulillah, ternyata Allah telah menyembuhkannya.

Saudaraku… Dua kisah di atas mudah-mudahan dapat diambil faidah dan manfaatnya. Dan yang lebih penting dari hal itu adalah kita mau mengamalkan resep Nabi . Sebab dengan mencobanya kita mendapatkan dua pahala, yaitu pahala bersedekah dan pahala mencontoh Beliau .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: