BUDIDAYA ROSELA MAKIN MENJANJIKAN

Karang Anyar-Antaranews- Budidaya teh bunga Rosela (Hibicus Sabdariffa) makin hari makin berkembang di masyarakat Kabupaten Karanganyar, setelah jatuhnya harga bunga jemani dan gelombang cinta beberapa waktu lalu.

“Jatuhya harga jemani dan gelombang cinta membuat kalangan penghobi tanaman berpikir tentang budi daya tanaman yang memberi manfaat secara riil. Salah satunya kami menemukan ide budidaya tanaman rosela yang memberi manfaat kesehatan dengan dibuat menjadi teh,” kata Victoria Tria, warga desa Gajahan, Colomadu, Karanganyar.

Melejitnya pamor tanaman herbal membuat budidaya tanaman rosela memiliki prospek yang cukup menjanjikan. “ Sebenarnya tanaman rosela banyak tumbuh di lingkungan rumah, namun hanya dianggap sebagai tanaman perdu,” kata Victoria.

Tanaman tersebut sering dianggap tidak berguna karena seringkali tumbuh liar bersebelahan dengan ilalang dan rumput gajah. Tanaman Rosela memiliki khasiat untuk kesehatan karena memiliki banyak manfaat seperti menurunkan kadar gula darah dan kolesterol dalam tubuh, Sehingga bisa mencegah penyakit kanker darah tinggi Madang dan meredakan batuk kronis.

“Setiap 100 gram teh rosela mengandung vitamin C, D, B1 dan B2. Untuk meminumnya cukup diseduh dalam air panas 250 cc didiamkan 5 menit, air tersebut akan berubah warna menjadi merah, dan rasanya asam. Cara minumnya bisa dicampur dengan gula atau madu dan beras kencur,” tandas Victoria menerangkan.

Ekstrak teh bunga rosela ini, terang Victoria, memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena harga per 1 kg kering tanaman ini bisa mencapai Rp.15000, sedangkan untuk bunga rosela basah harga per 1 kg bisa mencapai Rp. 3000.

“Makanya kalau mau sedikit kreatif mengeringkan atau menjadikan teh siap saji, harganya akan jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi basah,” kata dia.

Sedangkan mengenai jenis tanaman rosela, Victoria menjelaskan, bahwa ada dua jenis tanaman rosela di Indonesia, yakni sabdariffa dan altisima. Untuk jenis sabdariffa dicirikan dengan warna kelopak bunga merah kehitaman. Sedangkan altisima warna kelopak bunganya merah hati.

Cara menanamnya seperti saat menanam biji jagung, dengan didahului pengolahan tanah, kemudian 2/3 bibit ditanam dengan lubang antara 4 sampai 6 centimeter. Sebaiknya jarak tanaman berkisar 60 cm.

“Di saat tanaman berusia sekitar 10 hari dengan tinggi 1 meter, tanahnya harus dipupuk kembali dengan pupuk kompos. Pada usia 4-5 bulan sudah panen. Diambil kelopak bunga yang benar-benar sudah merah dengan cara dipotong dengan gunting” tutur Victoria.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: