Inilah Jalanku

“Katkanlah, ‘Inilah jalan (Agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Alloh dengan hujjah yang nyata Maha suci Alloh dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)


Siapa bilang yang namanya masa muda itu selalu identik dengan masa-masa yang ‘madesu’ alias masa depan suram? Buktinya…, Ali Ra ketika masih usia belia sudah memeluk dan menjadi pejuang sejati Islam, Usamah bin Zaid Ra ketika usia lima belasan tahun sudah diangkat menjadi panglima perang kepecayaan Rasululloh saw, Imam asy-Syafi’I rah belum lewat belasan tahun sudah hafidz (hafal Al-Qur’an), kemudian pada masa usia mudanya telah diangkat menjadi mufti. MasyaAlloh, woow…keren-keren ya mereka ? ya iyya lah….

Dewasa ini sahabat muda, banyak sebagian teman-teman kita yang seolah sedang limbung bin bingung dan terombang ambing…, bajak laut kali ya…! bingung kenapa tuh? Bingung sedang mencari format jati diri. Harus kaya siapa ya aku?

Mungkin kebanyakan seperti itu yang hadir dalam benak setiap jiwa kaum muda kini. Apa pasal? hal ini diakibatkan kurangnya pengetahuan dan wawasan yang mendalam tentang Islam. Tidak sedikit mode-mode dan group-group musik yang menjadi tempat sumber inspirasi banyak kaum muda. Juga public figure yang mereka jadikan sebagai idola, tidak terpikirkan sih dalam dirinya akan berimankah atau tidaknya orang yang di jadikan idolanya itu.

Padahal sahabat muda, bahwa nanti pada hari kiamat semua orang akan dikumpulkan beserta orang yang dicintainya ketika di dunianya.

Sahabat muda Gerimis yang budiman, bagaimana sih Islam memandang jati diri kita sebagai manusia? Kita lihat, yuk!

Alloh swt berfirman,
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Alloh.” (QS. Ali Imran: 110)

Sahabat Gerimis muda yang budiman, kita adalah umat yang dipilih oleh Alloh swt untuk manusia dan kehidupan ini. Dijadikan-Nya sebagai saksi bagi manusia dan kehidupan ini akan keagungan dan keesaan Alloh swt. Ketika nanti kita kembali dan berjumpa serta akan dimintakan pertangggungjawaban di hadapan-Nya.

Jati diri kita adalah seorang muslim yang diamanahkan oleh Alloh swt bumi ini untuk kita lestarikan. Dengan kata lain kita adalah khilafah fil ardh. Sang pemakmur bumi dari segala kerusakannya.

Jadi, jangan bingung dan putzing sahabat muda…, cari-cari jati diri segala rupa…, iya ngga? Sudah jelas, diibaratkan malam harinya pun ibarat siang hari karena kelewat jelasnya. Wong Alloh swt telah memberikan label dan jalan yang harus kita miliki dan tempuh. Sebagaimana ummat-ummat terdahulu pun telah Alloh swt beri jalan dan aturan. Alloh swt berfirman,
“…Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (QS. Al- Maidah: 48)

Sahabat Gerimis muda yang budiman, Alloh swt telah memeberikan potensi yang sangat besar kepada kita setelah keimanan. Kelengkapan tubuh kita, akal yang menjadi pembeda manusia dengan binatang, adalah karunia yang agung dari Alloh swt.

Tak ketinggalan sahabat, ketika Alloh swt menyimpan diri kita ke dunia ini, Alloh swt tidak membiarkan kita begitu saja. Alloh swt yang Maha Tahu akan keadaan manusia, sudah merancang dengan matang aturan yang sesuai dan cocok dengan keberadaan manusia dan kehidupannya.

Al-Qur’an dan as-Sunnahlah merupakan aturan yang sesuai dengan fitrah kehidupan manusia.

Sahabat Gerimis muda yang budiman, sungguh akan sangat merugi dunia dan kehidupan ini jika Islam mundur! Karena Islam adalah rahmat bagi alam semesta ini.

Bukankah Rasululloh saw diutus untuk seluruh manusia dan sebagai rahmatan lil’alamin?

Suhu kehidupan yang sedang kita kecap dewasa ini, telah penuh dengan sesaknya debu-debu kejahiliyahan. Akibat telah dijauhkannya dari kehidupan manusia aturan dari Alloh swt.

Maka, sahabat muda sekalian dakwahlah sekarang yang menjadi harapan untuk mengembalikan kejayaan Islam yang sudah terkubur sejak 1924 yang silam. Mengembalikan aqidah manusia yang kini sudah bergeser dari tauhid menjadi menyekutukan Alloh swt. Membumikan sunnah Rasululloh saw yang kini dianggap remeh. Memobilisir dan menginventarisir kekuatan umat untuk berjihad di jalan Alloh swt.

Sebuah keharusan untuk senantiasa terbersit dalam diri ini bahwa Alloh swt akan memasukkan ke dalam Jannah-Nya. Walaupun Alloh swt sendiri telah menjelaskan kriteria untuk para peraihnya dalam firman-Nya, ‘Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orangg-orang yang sabar.’ (QS. Ali Imran:141)

Sahabat Gerimis muda yang budiman, Islam mundur bukan karena Islamnya, akan tetapi para pemeluknya yang telah melepaskan ruh Islam dari rongga-rongga dadanya. Kesejatian akan kemuslimannya terurai perlahan. Jalan yang telah terang benderang tersebut menjadi kabur entah kemana. Islam akan tetap kokoh berdiri di atas ketinggiannya serta tak ada yang bisa menandinginya.

Rasululloh saw adalah pribadi maksum dengan keteladanannya dalam berdakwah. Tidak menghiraukan tubuh sucinya penuh lumuran darah, dirinya penuh dengan cacian dan cibiran ketika menyampaikan Islam. Begitulah pemandangan yang menghiasi pejuang da’wah suci Islam. Ini merupakan bukti bahwa berIslam mengandung konsekwensi bagi para pembela atau pendakwahnya.

Akan tetapi dakwah merupakan semulia-mulia perbuatan dan profesi bagi seorang muslim. Karena dakwah merupakan profesi semua nabi dan rosul yang Alloh swt utus. Dengan berdakwah, kesempatan untuk mendapatkan derajat tertinggi berupa mati syahid, merupakan keniscayaan.

Bergabung yuk untuk berda’wah!

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Alloh…” (QS. Fushshilat:33)

File Gerimis Edisi 2 Tahun Ke-3 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s