Di Bawah Bentangan Sayap Malaikat

“…Niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Mujadilah: 11)


Siapa sich yang ngga kepengen jadi seorang yang famous, alias terkenal? Eit jangan negative dulu nyangkain Ka_Ge yang bukan-bukan lho…, zaman sekarang ini sahabat, tidak sedikit yang berpeluh keringat banting tulang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala kata banyak orang sih… hmmm…. Hanya untuk mencari sekedar popularitas. Asalkan terkenal semua yang ada dihadapannya dilabrak…bila perlu ‘dimakan’ kayaknya!

Tengoklah sebagian pemuda kita kiwari (kini). Keributan terjadi dalam kehidupan mereka… keinginannya sich sederhana kenang mereka…ingin gaul, fungki, caper, dan tentunya terkenal tak ketinggalan dalam genk kehidupan mereka.

Bahkan, dalam tataran kaum elit dalam beberapa tingkat jabatan kepemerintahan atau dunia entertainment, banyak yang menggunakan monyet politic eh money maksudnya! untuk mewujudkan cita-citanya itu, terkenal dan disegani.

Terlebih jauh lagi kalau kita perhatikan sahabat, media-media kesyirikan seperti para ‘tidak normal’ laris bak kacang mete, dukun sich tetap dukun walau diganti sekeren apapun namanya, tul ga? Mau orang pintar atau ahli supranatural. Mereka itu dijadikan sebagai ‘mufti’ atau pemberi fatwa kiat-kiat praktis dan singkat untuk menjadi seorang yang terkenal dengan konsekuensi atau episode ujung kehidupan yang menderita dan kekekalan selamanya di jahannam akibat berbuat syirik kepada Alloh swt, jika tidak bertaubat!

Ingin untung jadi buntung! Ya itu yang tepat untuk mensifati mereka. Keterkenalan sesaat yang mereka rasakan adalah empedu racun pada sesungguhnya.

Nah, sahabat muda gerimis…, ilustrasi di atas kok gersang banget ya…Ka_Ge yakin deh one hundred persent pada antum sekalian, pasti ngga ada yang masuk rentetan daftar di atas. Gimana sich Islam memeberikan arahan dan bimbingan kepada kita untuk menjadi seorang terkenal yang bukan akhir tujuannya adalah dielu-elu dan di sanjung-sanjung banyak manusia.

Para generasi terbaik ummat ini, sangat tabu untuk membuka peluang terbukanya pintu-pintu popularitas, sanjungan dan pujian manusia. Akan tetapi kenapa nama mereka semerbak harum sepanjang zaman? Padahal mereka sangat waro’ menjaga diri dan menjauhi keterkenalan? Lantas siapakah yang menyampaikan dan mempublikasikan mereka ke seantero pelosok dunia?

Sahabat tentu tau seorang Abdul Mubarok? Seorang ‘ulama dari kalangan tabi’in. Aktivitas sehari-hari beliau rhm adalah seorang pengajar dan da’i. Akan tetapi, setelah selesai mengajar murid-murid dan yang mengambil manfaat dari ilmunya, beliau sembunyi-sembunyi dari pendangan dan pengawasan manusia untuk berangkat keperbatasan demi berjihad memerangi orang-orang kafir. Syahid pun menjemput beliau rhh, dan yang mengesankan dari pribadi seorang Ibnul Mubarok adalah sempat-sempatnya ia menutupi wajahnya ketika sebelum malakal maut menjemputnya, semoga rahmat Alloh swt tercurah kepadanya.

Nama-nama mereka hadhir di tengah kalangan orang kafir sekalipun, dengan decak kekaguman dalam hati mereka terhadap manusia unggulan dari generasi pertama (Rasululloh saw, para sahabatnya ra, tabi’in rah dan yang mengikuti mereka). Hanya akibat dari kedengkian merekalah dan kesombongannya menolak kebenaran yang tak terbantahkan tersebut. Subhanallah.

Sahabat Gerimis yang budiman, Alloh swt lah yang mengangkat dan menurunkan derajat manusia, memuliakan juga menghinakannya.

Jadi kita ngga usah cape-cape untuk menjadi seorang yang familiar, iya khan? Simple sahabat, asalkan kita senantiasa menggali, berpegang teguh dan mengamalkan Dienul Islam.

Salah satu yang dapat menghantar-kan diri kita untuk menjadi orang ‘terkenal’ adalah jadilah sebagai pribadi yang propesinya penuntut ‘ilmu. Yang keterkenalannya itu bisa menembus langit dan bumi, masya Alloh dahsyat…! Orangnya dinaungi oleh sayap para malaikat, dikenal oleh penduduk langit dan bumi, di do’akan ikan-ikan yang ada dilautan supaya mendapatkan ampunan, ibarat purnama yang bisa menyaingi terangnya bintang gemintang, pewaris para nabi dan juga orang yang ber’ilmu adalah orang yang beruntung.

Rasululloh saw bersabda, “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ‘ilmu, maka Alloh akan memudahkan baginya jalan ke syurga, dan sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya kepada pencari ‘ilmu sebagai keridhaan atas apa yang ia perbuat, dan sesungguhnya penghuni langit dan bumi sampai ikan-ikan di lautpun akan memintakan ampun bagi seorang yang ber’ilmu, dan keutamaan seorang yang ber’ilmu atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan purnama atas semua bintang-bintang, dan sesungguhnya para ‘ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, akan tetapi mewariskan ‘ilmu, maka barang siapa yang mengambilnya berarti ia telah mendapatkan bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Darda)

Sahabat muda Gerimis, kemaksiatan demi kemaksiatan yang nampak di hadapan mata kita adalah semata keawaman manusia akan ‘ilmu syar’i atau agama, yang berakibat dosa bagi para pelakunya.

Ingin menjadi orang yang terkenal, jadilah terkenal karena dikenalkan Alloh swt. Jadi, kita ngga menjadi terkenal yang premature alias tanggung….
Wallohul musta’an

File Gerimis Edisi 1 Tahun Ke-3 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: