AJEG (PRIBADI TANGGUH)

Panasnya sengatan matahari yang membakar kulitnya, di tengah panggangan bara padang pasir yang menyala ternyata tidak mampu menggeming dan menggoyahkan benteng kokoh keimanan seorang Bilal al-Habsyi. Atau Khabab bin Al-Arat yang tiap hari punggung disetrika dan kepalanya dikucuri besi mendidih supaya keimanannya ditukar dengan ajaran syirik nenek moyangnya, apa yang terjadi sahabat? Subhanalloh, masya Alloh. Ternyata siksaan tersebut tak bisa menghancurkan dan melelehkan keimanan Bilal dan Khabab! Wow kereen…

Sahabat Gerimis muda yang budiman, pertemuan adalah awal perpisahan, pun sebaliknya perpisahan adalah awal pertemuan. Coz don’t be said sahabat! Karena itu semua adalah sesuatu yang dipergilirkan oleh Alloh swt.

Setelah ‘menyelam’ selama satu bulan penuh di dalam samudra Ramadhan, kita menempa dan ‘merenovasi’ kwalitas diri dalam episode ketidakberjumpaan. Pada akhirnya gelora ukhuwah imaniah senantiasa meluap menagih untuk terciptanya sebuah sapaan dan elusan lembut ruhiyah walaupun hanya bisa tercipta dalam dunia ‘maya’ sebuah tulisan.

Lantas gimana nich keimanan dan kabar sahabat semuanya? Syukron ya… atas support and sokongan do’a dari kalian semuanya…yang menghantarkan Ka_Ge rindu nich sama sahabat-sahabat muda semuanya. ’Jangan ge er gitu loch’! rindu tuk bersama meniti jalan kebenaran dan berhimpun di dalamnya.

Tiada ikatan yang erat dan kokoh melainkan ikatan dengan tali keimanan atau aqidah (keimanan yang pasti kepada Alloh swt) yang kekuatannya bisa menembus jauhnya jarak dan teritorial.

Sahabat muda gerimis, kisah Bilal dan khabab di atas sangat mengagumkan! Ketika nilai-nilai at-Tauhiid telah mengakar dan mengkristal di dalam bangunan hati dan diri seorang hamba, terpaan gelombang ombak kejahiliyahan dan kesyirikan sehebat apapun, takkan mampu menyapunya, tergoyahkan pun tidak!

Sampai-sampai, godaan dan ujian dari sudut keluarga pun kerap menjadi duri dan benteng kendala untuk lempengnya sebuah idealisme keimanan seorang mu’min/mu’minah.

Kita tengok Suhaib bin sinan ketika Islam belum menyinari dadanya, beliau adalah seorang pemuda tampan yang terlahir dari sebuah keluarga saudagar kaya dan dia seorang anak yang paling disayangi oleh ibunya.

Ketika Islam menyinari dadanya, pemuda Suhaib bin sinan berbalik 180 derajat, total! yang asalnya penampilan Suhaib penuh dengan atribut kemewa-han, berubah drastis penampilannya menjadi bersahaja, penuh dengan nilai-nilai kerendahan hati.

Ketika sang ibu mengetahui keIslaman anaknya (Suhaib), kontan saja beliau marah besar terhadap Suhaib! Suhaib dipaksa oleh ibunya untuk kembali kepada ajaran agama nenek moyangnya, Suhaib pun tak lepas dari siksaan ibunya. Akan tetapi, apa yang terjadi sahabat? Karena kecintaan terhadap keimanannya sudah begitu besar, semua halangan dan tantangan yang datang dapat diatasinya dengan lapang dada. Bahkan suatu hari Suhaib menghadapi ujian terberat, yaitu menghadapi demo mogok makan ibunya. Jika Suhaib tetap memeluk Islam, maka ibunya memilih kematian. Akan tetapi apakah Suhaib merasa iba atau kasihan dengan kondisi ibunya yang sudah lemas kelaparan?

Ternyata sebaliknya, Suhaib justru mengeluarkan pernyataan yang membuat keputusasaan ibunya. Suhaib berkata kepada ibundanya, “wahai ibu andaikan engkau mempunya seratus nyawa, kemudian dicabut satu per satu dari dirimu, maka aku tak peduli, dan tidak akan bisa menggeser dan memindahkan keIslamanku untuk kembali kepada agama Jahiliyah dan kesyirikan”!

Sahabat muda gerimis, untuk biza punya pribadi yang sekokoh ‘gunung gede’ itu tidak gampang ya ternyata…

Pertamanya kita kudu punya tekad yang kuat dulu terhadap Islam, bener-bener dech

Cintai Islam apapun resiko dan akibatnya, wong Islam telah dijamin Alloh swt akan kebenaran dan kesempurnaannya. Jadi jangan ragu sahabat, untuk memperjuangkan Islam sampai tetes terakhir (emangnya susu bendera…!), ups afone sahabat, maksudnya sampai tetes darah penghabisan, yang seterusnya kita pun harus tanpa henti untuk sentiasa menggali dan meng-internalisasikan nilai-nilai aqidah, at-Tauhid dan keimanan ke dalam diri-diri kita sahabat.

Sampai-sampai Alloh swt dan Rasul-Nya pun memberikan pujian terhadap para prajurit Islam yang berpribadi tangguh, seperti sebagian para sahabat Ra di atas.

Alloh swt berfirman,
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Alloh. Dan Alloh Maha penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqoroh: 207)

Sahabat muda gerimis, ayat di atas turun berkenaan dengan seorang sahabat Nabi saw yang bernama… Siapa ayo tebak…! Nama sahabat Nabi saw tersebut adalah Suhaib Ar-Rumi Ra.

Ceritanya begini sahabat, ketika sedang masa-masanya hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasululloh saw memerintahkan kepada kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah, dengan tujuan menyelamatkan keimanan dan keIslaman dari penindasan kaum musyrikin Quraisy ketika itu.

Dikisahkan, ketika Nabi saw dan para sahabat yang lainnya telah berangkat hijrah meninggalkan Makkah, Suhaib Ra adalah salah seorang yang ketinggalan dari rombongan hijrah Nabi saw, yang pada akhirnya, karena kecintaannya kepada Alloh swt dan Rasul-Nya mendapat prioritas di atas segala-galanya, Suhaib pun tak mau ketinggalan dan beliau berangkat sendirian menyusul Rasululloh saw berhijrah.

Ketika di tengah perjalanan untuk menunaikan perintah hijrah menuju Madinah, Suhaib dihadang orang-orang kafir Quraisy dengan maksud menghalangi keberangkatan hijrahnya. Suhaib pun mengadakan perlawanan terhadap orang-orang kafir Quraisy tersebut, walaupun hanya seorang diri.

Yang pada akhirnya kemenangan memihak kepada Suhaib dan Suhaib pun dengan hati berbunga-bunga dapat melanjutkan perjalanan agung tersebut, kendati pun suhaib harus meninggalkan seluruh keluarga dan harta kekayaannya.

Kedatangan Suhaib pun dikabarkan Jibril As kepada Rasululloh saw dan disambut dengan perkataan indah dari lisan suci Nabi saw, “Selamat datang Suhaib, engkau telah beruntung dan mendapatkan perniagaan yang berharga”
Wallahul musta’an.

File Gerimis Edisi 12 Tahun Ke-2 2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: