Nyaman Dengan Berjilbab

Sahabat muda Gerimis yang budiman…, kali ini bersama ka ‘Ge’, kita akan berbincang seputar salah satu kewajiban yang kudu ditunaikan oleh seorang muslimah. Apa tuh? Tentang kewajiban yang harus dilakukan terhadap tubuh kita ini. Eit…, jangan kemana dulu pikirannya. Banyak sekarang manusia yang menjadikan tubuhnya sebagai pujaan, dan inspirasi untuk meneriakan, “Ini adalah seni”, ini adalah anugerah, dan ini hak asasi binatang, eh…, manusia maksudnya ‘. Dan banyak lagi ‘ocehan-ocehan’ yang menunjukan kemiskinan ilmu, alias bodoh akan nilai-nilai mulia syari’at Islam ini. Padahal sama persis apa-apa yang mereka katakan itu, dengan ungkapan orang-orang Yunani zaman dahulu. Mereka mengatakan, “Bahwa pemujaan tubuh bukan nafsu syahwat, melainkan seni! Yaitu seni yang harus dikagumi sebagai kein dahan semata-mata, sekalipun keindahan itu berupa tubuh manusia!”

Upss, ngga salah tu? jangan didengar sahabat, itumah hanya ‘tong kosong nyaring bunyinya’. Justru sebaliknya, sudah terbukti perbuatan mereka itu, dapat meniupkan gejolak dekadensi moral yang pada akhirnya menghancurkan peradaban Yunani itu sendiri. Terbukti kan…? Maka dari itu, sahabat muslimah harus peka and sensitive dalam perkara yang satu ini, untuk menjaganya. Tetapi, artinya bukan yang lain harus kita lewat kan teman. Sebab tubuh ini kan bukan milik kita sebenarnya. Tul ga? Coba azza, kita lihat dan rasakan. Apakah kita mampu menyusun sel-sel yang banyaknya sebanyak ‘bintang-gemintang’? atau mungkin lebih banyak lagi kali ya.., sok tau! Atau mampu menata kromosom-kromosom yang susunannya lebih rumit dari benang kusut? Pasti jawabannya engga! Iya khan…?, he..he..nyerah aja deh.. Setitik pun tidak ada saham yang kita tanam dalam penciptaan diri kita. Semuanya mutlak kekuasaan Alloh swt. Dia swt berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At Tiin: 4)

Jadi, kalo begitu pemeliharaannya pun, harus sesuai dengan yang disukai Alloh swt dong? I agree with you friend’s. Bahwa yang harus kita lakukan terhadap tubuh ini, adalah menutupnya. Ditutup dengan penutup yang disukai-Nya. Sayangi tubuh ini jangan sampai diobral sana-sini. Yang bisa membuat sahabat ikwan pening tujuh keliling. Kalo Kuda sih wajar tanpa busana. Masalahnya, sahabat muslimah kan bukan Kuda!. Tetapi wanita berharga dan terhormat, yang Islam menjaga dan memuliakannya. Salah satunya dengan menyuruh sahabat muslimah untuk berjilbab. Silahkan sahabat baca surat Al-Ahzab ayat ke-59, “…Hendaklah mereka mengulurkan Jilbabnya ke seluruh tubuhnya…”, dan surat An Nur ayat ke-31, “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…”

Sahabat muslimah mungkin akan bertanya, “gimana sih kriteria jilbab yang disukai oleh Alloh swt dan Rosul Nya saw itu?” Apakah jilbab-jilbab yang –banyak sekarang– dijadikan pengikat leher-leher yang patah (baca jilbab gaul)? Idola kita, Nabi saw bersabda, “Orang-orang perempuan yang berpakaian tetapi seperti telanjang meliuk-liuk badannya dan rambutnya disasak, mereka itu tidak akan masuk sur-ga, juga tidak akan mencium baunya surga.” (HR. Muslim)

Imam Atthabary mengatakan bahwa cara mengulurkan jilbab itu menurut seba-gian ahli tafsir ialah:
Pertama, Dengan menutup muka dan kepala mereka dan tiadalah dipamerkan melainkan sebiji mata saja. Kedua, mengulurkan jilbab itu dari atas kepala sampai menutup dahi mereka (ini berdasarkan ke-terangan da ri Ibnu Abbas). Ketiga, Qotadah menerangkan, mengulurkan jilbab ialah menutup dengan menggunakn jilbab sampai menutup atas kening.

Semua keterangan di atas, pada pokok-nya sama, yaitu agar wanita mukminah menutup auratnya. Menurut mazhab syafi’i, berpegang pada tafsiran bahwa yang dimaksud yang biasa nampak daripadanya, ialah baju luar yang menutup kepala dan muka (pakai cadar). Jangan takut… , sahabat muslimah. Lebih baik disebut bau ’surga’, daripada bau ‘neraka’, disebut so ‘alim’, daripada so ‘blagu’ jadi ‘Fir’aun’ Iya ga…? Jadi dengan kata lain, bahwa pakaian sahabat muslimah itu harus memenuhi syarat-syarat berikut: Busana itu harus menutup aurat, tidak tipis atau transparan, membuat menerawang bagi yang melihatnya, tidak ketat atau sempit kaya ’sozzis’ dan ‘leupeut’, warna pakaian gelap seperti hitam, kelabu, coklat atau hijau, tidak memakai harum-haruman yang semerbak, busananya tidak menyerupai lak-laki dan orang kafir, kemudian penting juga, bahwa busana yang dipakai bukan untuk bermegah-megahan ria. Nah, gitu sahabat muslimah.

Ternyata Islam itu ‘care’ banget ya, merhatiin banget ama kaum hawa alias ‘makhluk halus’ (baca lembut)! tapi bukan yang serem-serem itu lho…
Kemudian, yang harus sahabat muslimah miliki juga, adalah keyakinan yang mantap, dengan keimanan menghujam dalam hati, tidaklah semata-mata Alloh swt memerintahkan sesuatu pada hamba Nya, melainkan akan mendatangkan kemaslahatan atau keuntungan. Pahalanya? so pasti. Dengannya sahabat akan memiliki self confidence alias percaya diri yang tinggi. Menjadi pribadi merdeka pembawa panji-panji syari’at.

Sahabat muda muslimah…, keuntungan apa aja sih yang bakal kita dapat dengan berjilbab? Pertama, dapat dengan mudah untuk dikenal. Jilbab adalah sebagian dari syari’at Islam dan sekaligus ciri khusus bagi pemeluknya, yaitu untuk akhwat muslimah saja. Sahabat ikhwan jangan ikut-ikutan ya…,! Kedua, dengan memakai jilbab, dapat terhindar dari fitnah pandangan mata ‘keranjang’. Matanya disimpan di keranjang kali ya…?, tidak membuka peluang untuk berbuat dosa pada para kaum adam, lewat matanya. Ketiga, muslimah yang berjilbab syar’i merupakan muslimah yang menjaga diri atau ‘iffah’ dan identitas wanita terhormat. Keempat, menurut penelitian ilmiah, bahwa wanita muslimah yang berjilbab rapi, dengan muka yang tertutup, ternyata bisa meminimalisir penuaan pada wajah alias ‘awet muda’ dan terhindar dari sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan kanker pada kulit kepala. Jadi bagi sahabat muslimah yang ingin awet muda, jangan cape-cape datang segala ke tukang ‘vermak’ wajah,… emangnya celana, divermak? Tentunya yang satu ini ga ketinggalan, dengan berjilbab akan mem buat kamu-kamu ‘beautiful’ abiss! Terus, lewat berjilbab pula, sahabat telah menyampaikan sebagian syi’ar Islam. Jadi sambil berdakwah, oke kan? Udah cantik, berpahala lagi.

Bagi kita, pakaian inilah yang disebut mengikuti zaman, dan pakaian gaul juga lho bagi kita. Karena Islam untuk sepanjang zaman. Yang jelas dengan berjilbab, membuktikan bahwa diri kita tunduk melaksanakan hukum Alloh swt dan wujud ibadah kita kepada-Nya. Bagi sahabat yang sudah mengenakannya, sempurnakan dan pertahankan. Bagi sahabat yang belum berjilbab, selamat memakai dan merasakan nyamannya berjilbab. Wallohu A’lam

File Gerimis Edisi 10 Tahun ke-1 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: