Dia Merindukan Belaian Kasihmu (2)

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa:19)

Diriwayatkan dari Ibnu abbas ra tentang firman Alloh swt, “…Padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Ia berkata, “kebaikan yang banyak adalah apabila ia menyayangi istrinya dan mendapatkan rizki anak darinya, sedangkan Alloh menjadikan banyak kebaikan pada anak itu”.

Begitu juga Ibnul Jauzi rhm berkata, “Ayat diatas menganjurkan untuk mempertahankan pernikahan dengan istri sekalipun suami membenci istrinya. Disamping itu ayat di atas mengandung dua hal. Pertama bahwa manusia tidak mengetahui seluruh aspek kemaslahatan. Alangkah banyaknya sesuatu yang di benci itu menghasilkan sesuatu yang terpuji dan sesuatu yang di puji itu menghasilkan sesuatu yang di benci.Kedua bahwa manusia nyaris tidak mungkin menemukan sesuatu yang dicintai tanpa mengandung sesuatu yang di benci. Karena itu hendaklah ia bersabar terhadap apa yang dibenci itu demi apa yang dicintainya

Diantara Indikasi Perlakuan buruk kepada istri:

1. Mencurigai isteri.
Curiga yang mengarah pada buruk sangka bisa berahir petaka. Apalagi cemburu buta pasti akan membuahkan celaka yang membawa rasa duka nestapa. Kondisi ini sering menjangkiti suami yang bertabiat goyah. Jiwanya mudah tegang serta gelisah. Ia sering ragu-ragu , buruk sangka, dan menduga buruk segala sesuatu. Misalnya saja soal uang belanja. Kadang suami ada yang mudah menuduh istrinya mencuri uangnya atau mengambil tanpa sepengetahuan dirinya untuk sekedar bersenang-senang dan lain sebagainya. Itu terjadi ketika suami menghitung uangnya ternyata ada kekurangan jumlah , segera saja menuduh istrinya tanpa bukti. Hingga perselisihan terus muncul dan meruncing. Ironisnya dikemudian hari ia teringat kalau uangnya telah ia belanjakan sendiri, padahal sebelumnya ia kira hilang.

Kadang pula prasangka buruk memuncak secara keji. Sang suami mencederai kehormatan istri dengan menuduhnya selingkuh.

Yang sangat memprihatikan, itu semua terjadi dengan tanpa bukti, menuduh istrinya sendiri dengan sesuatu yang menodai kehormatan dan harga dirinya. Padahal sama sekali istrinya terpelihara dari tuduhan keji itu.Alloh swt berfirman:.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. 49:12)

Suami yang budiman , jangan pernah ikuti prasangka yang buruk. Jangan luangkan hati anda untuk perasaan was-was seperti ini. Berbaik sangkalah terhadap istrimu yang anda nikahi dengan penuh kesadaran dan pilihanmu. Sadarlah, jika wanita ingin berkhianat, ia pasti menempuh caranya. Selama tak nampak padmu bukti-bukti yang tak terbantahkan, jangan hiraukan dugaan dan bayangan yang melintas dalam hatimu.

Sebaiknya, jika anda mendengar apa yang mengusik hati tentang dirinya, jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Cek terlebih dahulu kebenarannya dan bersabarlah, boleh jadi informasi itu berasal dari pihak yang ingin menghancurkan ketentraman rumah tangga anda.

Berbaik sangka pada istri bukan berarti menghilangkan kecemburuan dan membiarkanya berbuat semaunya atau melalaikan tugas memimpin dan mendidik istri dengan baik. Akan tetapi seorang suami hendaknya bersikap lurus (proporsional) dalam kecemburuanya. Ia harus mewaspadai hal-hal yang bisa berakibat buruk. Ia tidak boleh berlebihan dalam berprasangka, apalagi sengaja mencari-cari kesalahan. Mencari-cari kesalahan dan cemburu berlebihan tidak diterima oleh Dien (agama) maupun akal sehat. Apa lagi jika sampai mengakibatkan kebinasaan seluruh bagian keluarga.

2. Hambarnya Kecemburuan Terhadap Istri
cemburu adalah perasaan mulia dari cinta sejati yang mendorong hamba melindungi istrinya. Juga sebaliknya, mendorong istri menjaga suaminya. Cemburu adalah salah satu sifat pria yang mulia. Perasaan itu tidak boleh pudar dalam diri seorang pria, apapun situasinya. Bahkan ketika ia tidak lagi mencintai istrinya.. kecemburuanya tetap kokoh, selama perempuan tersebut berstatus istrinya dan karenanya jadi tanggung jawabnya. Perasaan cemburu menjadi kedua belah pihak saling merasa dicintai. Masing-masing lalu berusaha memperbaharui, menumbuhkan dan memelihara perasaan cinta.

Namun sangat disayangkan banyak suami yang telah tumpul perasaanya. Kecemburuanya telah mati. Ketegasan dan keberanianya telah hilang. Ia tidak peduli istrinya bergaul bebas dengan laki-laki yang bukan mahram, baik saudara iparnya maupun selainya. Ia tidak peduli dengan rasa malu dirinya dan istrinya.

Subkhaanalloh…ia tak segan menyuruh istrinya melepas jilbab dan bergaul akrab dengan orang lain. Ia bersikap cuek melihat istrinya tidak punya rasa malu, mempertontonkan keindahan tubuhnya, berjabat tangan, bergaul tertawa-tawa, dan berbincang-bincang dengan pria yang bukan mahramnya. Ia bersikap masa bodoh dan menutup mata. Tak terdengar kegeraman dan keluhanya dari sang suami.

Padahal Imam Bukhori rahm menyusun satu bab dalam shahihnya dengan judul:” Bab Ghirah” (cemburu). Al Warad meriwayatkan dari Mughirah, Sa’ad bin Ubabadah berkata:”seandainya aku melihat seorang lelaki bersama istriku, niscaya aku menebasnya dengan pedang yang tajam.”maka Rosululloh saw bersabda:”apakah kalian merasa heran dengan kecemburuan sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu dari padanya, dan Alloh lebih cemburu dari padaku.” (shahih Bukhari no. 4846, shahih muslim no. 1499)

Cemburu suami tak boleh berlebihan, apalagi tanpa alasan yang dibolehkan. Sikap seperti itu tidak boleh melampoi batas, apa lagi berubah menjadi curiga dan buruk sangka. Bukan berarti lantas ia mengenyahkan rasa cemburu, dengan alasan cemburu akan membatasi kebebasan istri. Bagaimanakah kita wahai para suami?.

Bersambung…

File Gerimis Edisi 8 Tahun: 2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s