Taatilah Suamimu

Al-Husain bin Mihson rhm bahwa bibinya datang kepada Rasululloh saw karena suatu keperluan, setelah ia selesai dari keperluanya, Rasululloh bertanya: “apakah engkau bersuami?” Ia menjawab: “Ya” Rasululloh berkata: “bagaimana dirimu terhadapnya?” bibisaya menjawab: “saya tidak melalaikanya kecuali yang saya tidak mampu.” Maka Rasululloh saw bersabda: “Lihatlah dirimu daripadanya, karena itu dia adalah surga atau neraka.” (HR. Ahmad)


“Saudariku…

Membaca hadist di atas ketaatan kepada suami menjadi sebab engkau memasuki surga. Pada sisi lain, dari salah satu hakikat pernikahan, maka pernikahan itu sendiri adalah merupakan salah satu dari nikmat yang telah Alloh swt anugerahkan pada laki-laki dan perempuan dalam kadar yang sama. Ia adalah ujud kecintaan, kasih sayang, itsar (mengutamakan pasangan hidup) dan saling memberi dan menerima. Alloh swt berfirman:

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum: 21).

Demi mejaga mahligai cinta kasih dan hubungan baik antara suami dan istrimaka Alloh swt menetapkan hak masing-masing atas pasangannya. Firman-Nya:

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai saru tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 228)

Engkau benar-benar memiliki hak-hak atas suamimu yang tidak sedikit, dan wajib diberikan kepadamu bahkan para suami akan dianggap bermaksiat dan menanggung dosa di sisi Alloh swt jika dia tidak memenuhi hak-hakmu.

Namun kali ini kita akan membicarakan salah satu hak suami atas istri, dengan memenuhi hak ini sang istri dapat memasuki surga Robbnya dan mereguk kebahagiann di dunia dan akhirat.

Sebelum kita memasuki pembicaraan tentang hak suami atas istri ada baiknya kita sejenak mengingat beberapa hal yakni, bahwasanya setiap suami muslim dalam lubuk hatinya ia mmenginginkan ia mampu menjadikan keharmonisan menyelimuti rumah tangganya dan kebahagiaan mengiringi kehidupan anggota keluarganya.

Akan tetapi salah satu perkara yang bisa menghancurkan cita-cita dan harapan itu, melenyapkan dan menguburkan kebahagiaan, adalah ketidaktaatan istri kepada suaminya, bahkan sang istri berperilaku seolah-olah ia adalah saingan bagi suaminya, tidak ada pendapat kecuali pendapatnya, tidak mengenal kecuali hanya perasaanya,tidak menurut kepada suami kecuali pada hal yang sesuai dengan keinginanya, tanpa memandang keinginan-keinginan suami.

Sungguh bila ada istri yang memiliki pemikiran seperti ini maka akan dapat mengeruhkan beningnya air rumah tangga. Wanita yang cerdik dan bijaksana lagi cerdas dialah wanita yang mengetahui sumber perselisihan yang menyusup kedalam rumah tangganya sehingga ia segera menutupinya. Ia mengetahui penyebab kemarahan suaminya hingga ia pun segera mengikis habis. Boleh jadi penyebab berubahnya nikmat pernikahan menjadi adzab adalah perasaan dan tindakan istri yang seakan-akan menjadi musuh atau saingan bagi suaminya dan ketidaktaatan kepa suami dalam rangka mentati Alloh swt.

Kadar ketaatan seorang istri kepada suaminya adalah tolok ukur keberhasilan dalam rumah tangganya. Sejauh mana suami merasa bahwa engkau telah menunaikandan memenuhi haknya yang agung dan mulia sejauh itu pulalah kedudukanmu disisinya dan menambah kecintaan kepadamu. Bukankah seperti ini yang didambakan oleh siatiap wanita dari suaminya?.

Adapun hak-hak suami atas istri adalah sebagai berikut:

1.wajib mentaati suami, selama bukan untuk bermaksiat kepa Alloh swt.

al- Bazzar dan Ath-Thabrani meriwayatkan bahwa seorang wanita dating kepada Rasululloh saw lalu berkata: ” aku adalah utusan para wanita kepada engkau untuk menanyakan: jihad ini telah diwajibkan Alloh kepada lelaki, jika menang mereka diberi pahala, dan jika terbunuh mereka tetap hidup diberi rizki oleh Robb mereka, tetapi kami kaum wanita yang membantu mereka, pahala apa yang kami dapatkan?’ Nabi saw menjawab, “sampaikanlah kepada wanita yang engkau jumpai bahwa taat kepada suami dan mengakui haknya itu sama dengan pahala jihad dijalan Alloh, tetapi sedikit sekali diantara kamu yang melakukanya.”

2.menjaga kehormatan dan harta suami.

Sebab itu maka Wanita yang salehah, ialah yang ta’at kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka)(QS. A-nisaa:34)

Rasululloh saw bersabda: “tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? Wanita yang shalihah, jika dilihat suami ia menyenangkan, jika diperintah suami ia mentaati, dan jika suami meninggalkanya ia menjaga dirinya dan harta suaminya.”(Abu Daud dan Nasai)

3.menjaga kemuliaan dan perasaan suami.

4.melaksanaakan hak suami ,mengatur rumah tangga dan mendidik anak.

5. tidak boleh seorang istri menerima tamu yang tidak disenangi oleh suamnyai.

6. seorang isteri tidak boleh melawan suaminyam baik dengan kata-kata kasar membentak, maupun dengan sikap sombong

7. tidak boleh membanggakan sesuatu tentang diri dan keluarganmya dihadapan suami, baik kekayaan, keturunan ataupun kecantikannya..

8 tidak boleh menilai dan menganggap bodoh terhadap suaminya.

9. tidak boleh menuduh kesalahan atau mendakwa suaminya, tanpa bukti dan saksi-saksi.

10. tidak boleh menjelek-jelekkan keluarga suami.

Tidak boleh menunjukkan pertentangan dihadapan anak.

11. agar perempuan itu menjaga ‘idahnya, bila dithalak atau ditinggal mati suaminya, demi kesucian ikatan perkawinan.

“Ya Alloh jadikan rumah tangga kami surga bagi kami.”

File Gerimis Edisi 6 Tahun Ke-1 2006

Iklan
%d blogger menyukai ini: