Be Your Self

“Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya.” (QS. Al-Baqarah: 148)

“Sungguh tiap-tiap suku mengetahui tempat minumnya (masing-masing).” (QS. Al-Baqarah: 60)

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu.” (QS. Al-an’am: 165)


Maha suci Alloh yang telah menciptakan alam semesta berikut makhluq yang menghuni di atasnya dengan segala keanekaragaman. Masing-masing memiliki kekhususan dalam ciri khasnya, baik fisik maupun karakter sifat, adat kebiasaan, sampai dengan tempat tinggal dan iklimnya. Maka tidak akan sama antara air dengan api dan antara bumi dengan langit. Air tetap menjadi penyegar dan penyejuk kehidupan lantaran air tetap beraction sebagai air, tidak pernah ingin menjadi api atau memaksakan diri menjadi api, bagai mana jadinya kehidupan ini seandainya air ingin berubah menjadi api ?.

Begitu pula sebaliknya api, ketika dia tetap dirindukan dan dibutuhkan sebagai penghangat kehidupan. Lantas akankah sang Bumi akan memaksakan diri menduduki ketinggian langit?.

Khusus bagi kehidupan seorang muslim, Alloh swt telah menggariskan suatu karakteristik yang seharusnya terpantul dalam kehidupan mereka. Bahkan Alloh swt telah memilihkan satu figur teladan legendaris di alam semesta ini yaitu sosok manusia istimewa sang Rasul dan nabi terakhir Mukhammad saw.

Di tengah maraknya perkembangan masmedia baik elektronic ataupun cetak lebih special lagi kemajuan dunia visual pertelevisian sampai internet, banyak ditayangkanya berbagai secmend acara dan potret gaya hidup barat yang konon katanya di bilang lebih maju dan modern dalam berbagai hal mulai dari pakaian, pergaulan sampai makanan dan tata cara makan mereka. Dampak negatif dari semua ini sngat kentara dalam kehidupan dewasa ini. Ironisnya jika kalangan umat Islam justru yang menjadi korban terbanyak dari arus gelombang tsunami globalisasu ini. Alangkah disayangkan manakala sebuah keluarga muslim plus individu di dalamnya terkontaminasi dengan virus westernisasi pada lini kehidupannya.

Saudaraku sekalian, yang seiman dan seislam, tidakkah kita semua menyadari bahwasanya seorang muslim baik sebagai remaja, pemuda atau pemudi,kepala rumah tangga ataupun ibu rumah tangga adalah pribadi manusia yang telah menyatakan kepasrahan hidup untuk di atur oleh dzat Pencipta alam kehidupan ini yaitu Alloh swt? dan agama Islam ini adalah agama yang sempurna dengan seluruh aturan pola hidup? Kemudian kenapa kita merasa minder tidak percaya diri untuk tampil di tengah kehidupan dunia ini dengan gaya hidup sempurna, gaya Islam, suatu gaya yang telah dirancang khusus oleh Alloh swt yang pasti menjamin kehidupan kita lebih kondusif, atraktif, kreatif dan enerjik bahkan lebih mengangkat derajat manusia sebagai manusia seutuhnya amatilah firman Alloh swt berikut ini:

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah.Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Ali Imran: 64)

“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab:”Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (QS. Ali Imran: 52)

Lihatlah betapa diakhir-akhir kedua ayat ini menganjurkan kita agar menjadi manusia muslim yang menjadi dirinya sedirinya sendiri, diri manusia muslim yang berpenampilan Islam. Ayat ini menyiratkan, bahwasanya manusia yang tidak menjadi, manusia seutuhnya adalah manusia yang tidak menampilkan cara hidup manusiawi, dan cara hidup yang manusiawi adalah cara hidup Islam, karena cara hidup Islam berasal dari dzat yang menciptakan manusia yaitu Alloh swt dan Dia swt sudah pasti dalam menggariskan pola kehidupan kepada manusia 100 % lebih menjamin harkat kemanusiaan.

Yang disebut dengan pola hidup lain adalah pola hidup yang tidak sesuai dengan pola Islam. Dan yakinlah, larut dalam pola kepribadian hidup lain pada hakikatnya adalah bunuh diri. Memakai baju kpribadian hidup lain adalah sebuah pembunuhan yang direncanakan.

Lihatlah berapa banyak biduk rumah tangga yang hancur dan kemudian tenggelam? Berapa banyak kepribadian manusia berubah menjadi kribadian binatang? Berapa banyak korban dari kalangan remaja, muda mudi yang kehilangan kehomatanya keceriananya dalam dunia mereka?. Tidak lain yang menghempaskan mereka kedalam kubangan yang mengotori kemanusiaan mereka adalah sebab mereka lebih gandrung untuk memilih pola hidup selain apa yang telah di pilihkan oleh sang pencipta kehudupan Alloh swt.

Sadaraku…

Abu bakar ra dengan pribadi lembut keislamanya mengangkat tinggi derajat kemanusiaanya. Umar bin khotob ra dengan pribadi keras dan tegas keislamannya pun demikian adanya. Akan tetapi sebuah kekaguman yang buta dan terlalu melebur kedalam kepribadian yang lain merupakan penguburan hidup-hidup terhadap bakat kemanusiaan yang telah Alloh swt berikan, pembunuhan terhadap kemauan, dan penghancuran system terhadap karakter penciptaan manusia itu sendiri. Allohu Al musta’aan.

File Gerimis Edisi 6 Th. Ke-1/2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s