Isteri Shalihah, Anugerah Terindah

Hanya karena tinggi badannya kurang sekian centimeter dari tinggi ideal atau kulit kurang putih, sering kali seorang pemuda memilih mundur untuk menikahinya. Meskipun wanita itu memiliki criteria sebaik-baiknya perhiasan dunia yaitu wanita shalihah. Para pemuda lebih memprioritaskan wanita cantik dan kaya atau puteri seorang pejabat. Meskipun wanita tersebut minim atau bahkan nihil dari warna dan celupan Islam.

Padahal isteri shalihah lebih bisa menjamin kelestarian rumah tangga, menenangkan pikiran dan menjadi sarana untuk meraih seabrek anugerah dan kebahagia-an di dunia dan akhirat.

Pernikahan dalam Islam membuahkan manfaat yang bermacam-macam. Apalagi menikah dengan wanita yang shalihah dapat membuahkan manfaat yang lebih istimewa dan agung. Jika hal itu disertai dengan niat yang baik dan mengharapkan pahala Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka akan mendatangkan beberapa faedah, diantaranya:

1. Menikahi wanita shalihah menjadi sebab datangnnya rezeki dan turunnya barakah. Tentang hal ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. An Nuur: 32).
Abu bakar Radhiallahu ‘Anhu pernah berkata: “Taatlah kepada Allah yang telah memerintahkan kalian untuk menikah, niscaya Dia akan menunaikan apa yang Dia janjikan untuk kalian, yaitu kekayaan”.

2. Sesungguhnya menikahi wanita shalihah adalah merupakan perhiasan dunia, keelokannya dan keindahannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Dunia itu seluruhnya adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah”. (HR. Muslim). Layangkanlah pandanganmu, bagaimana saling pengertian dan keharmonisan kehidupan rumah tangga orang-orang pilihan. Abu Darda Radhiallahu ‘Anhu pernah berkata kepada isterinya: “Jika aku marah maka usahakanlah agar aku segera ridha, dan jika engkau sedang marah maka aku akan usahakan agar engkau segera ridha. Jika tidak demikian alangkah cepatnya perpisahan diantara kita”.

3. Isteri shalihah adalah anugerah agung yang menyejukkan pandangan mata dan menenangkan jiwa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Tiada faedah yang diambil seorang mu’min setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari isteri shalihah, taat ketika diperintah, jika dilihat menyenangkan dan jika diberi mau berterima kasih, dan jika suami pergi maka dia menjaga dirinya dan harta suaminya”. (HR. Ibnu Majah).

4. Isteri yang shalihah akan berkhidmat dirumahnya dan mendidik anaknya sekuat tenaga. Cukuplah bagi kita teladan puteri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Fatimah Radhiallahu ‘Anha ketika beliau mendatangi ayahanda beliau dan mengeluhkan tangannya yang kasar lantaran banyak bekerja. Padahal dia seorang puteri Nabi, sementara bekas kasar terdapat pada telapak tangannya karena berkhidmat kepada suaminya dan mengurus anak-anaknya. Contoh lain dari isteri yang shalihah adalah Asma binti Abi Bakar Radhiallahu ‘Anhuma, ketika beliau bercerita: “Zubeir menikahiku sedangkan dia tidak memiliki apa-apa di dunia ini, baik harta, pembantu atau kekayaan selain wadah air dan kudanya. Akulah yang menyediakan makanan untuk kudanya, dan menimba air untuk mengisi girbahnya serta mengadon makanannya. Aku tidak bisa membuat roti, tetapi tetanggaku dari kalangan Anshar membuatkan roti. Mereka adalah kaum wanita yang tulus. Aku memindahkan biji kurma dari ladang Zubeir yang dipanen oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan saya angkat di atas kepala saya padahal jaraknya 2/3 farsakh”. (HR. Bukhari). (1 farsakh = 5 km, 2/3 farsakh = lebih dari 3,5 km).

5. Isteri shalihah ibarat tanah bagi benih yang baik, suami yang dia dambakan adalah laki-laki yang shalih. Orientasinya bukanlah banyak harta, tingginya mahar, dan meriahnya pesta. Dia ridha dengan apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam: “Wanita yang paling banyak barakahnya adalah wanita yang paling ringan maharnya”. Termasuk wanita yang shalihah juga, dia dapat diperisteri dengan mahar yang ringan dan tidak memojokkan suaminya yang berhutang setelah pesta pernikahan. Dia tidak pula mendesak suaminya dengan tuntutan yang memberatkan punggungnya sehingga suami kepayahan di siang hari dan gelisah di malam hari.

6. Menikah dengan wanita yang shalihah akan mendukungnya untuk melakukan ketaatan dan memudahkan baginya untuk menekuni ibadah. Karena dia akan selalu menjadi pendampingmu yang setia.

Diantara pemuda ada yang memiliki komitmen baik untuk menikahi wanita yang shalihah, maka lihatlah buah apa yang akan dipetiknya! Dia akan menuai buah yang paling agung, yaitu sang isteri akan mendukungnya untuk senantiasa berbuat baik dan memperingatkan dirinya dari keburukan. Alngkah indahnya gambaran yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tentang sepasang suami isteri yang saling membantu dalam ketaatan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang berdiri di waktu malam untuk shalat lalu dia bangunkan isterinya untuk shalat. Jika dia enggan, maka dia percikkan air diwajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang isteri yang bangun malam untuk shalat, lalu dia bangunkan suaminya untuk shalat. Jika dia engan, maka sang isteri memercikkan air di wajah suaminya”. (HR. Abu Daud).

Menikah dengan isteri shalihah lebih dekat (mudah) untuk mendatangkan kebahagian. Perjalanan hidup rumah tangga akan jauh dari pertengkaran dan percekcokan. Karena isteri yang shalihah memiliki akal dan agama. Dia mengetahui hak kepemimpinan suami, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita” (QS. An Nisaa: 34).

Tak akan terjadi seorang isteri lancang terhadap suami, banyaknya percekcokkan dan pertengkaran melainkan ketika kepemimpinan laki-laki diremehkan. Padahal keluarga adalah perahu yang mengarungi samudera kehidupan yang sangat bergantung kepada nahkoda. Bisa saja dia terombang-ambing dalam perjalanannya dan bahkan mungkin tenggelam, sehingga hanyutlah bahtera rumah tangga.

File Gerimis Edisi IV Tahun Ke-1 2005

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s