Jasa yang Terlupakan

Fakta membuktikan, hanya Islam yang tetap menjadi agama paling sempurna. Kesempurnaan itu tercermin melalui perhatiannya yang sangat terperinci juga terencana secara apik. Dari hal-hal yang sangat biasa dan sepele hingga masalah-masalah penting bahkan darurat.

Sudah mafhum bahwa mayoritas kita, beragama karena fitrah yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala dan kemudian karena didikan orang tua. Namun dalam perjalanannya, justru faktor orang tua lah yang sering menentukan pola beragama seseorang, apakah dia akan menjadi sosok yang islami, komunis, liberalis, yahudi atau nasrani.

Alhamdulillah sejak kecil, kita diajarkan agama yang paling baik yaitu Islam, yang kita reguk melalui bimbingan orang tua. Namun bukan berarti agama cukup sampai disitu saja seperti yang telah kita adopsi dari orang tua. Akan tetapi kita harus menemukan pembenaran dari itu semua sebagai bukti yang kuat atas risalah yang telah sampai di tangan dan didengar oleh telinga.

Tanpa terasa waktu berlalu bergulir cepat, hingga kita semakin matang, cepat beranjak dewasa dan orang tua pun mulai menyambut senja. Betapa besar jasa mereka dalam mendidik, menafkahi, mengasihi, menyayangi, menjaga, melindungi, dengan ketulusan murninya yang tak akan pernah terjangkau. Tanpa diminta mereka sedia, tanpa memelas mereka memberi, tanpa ditegur pun mereka menyapa.

Begitulah gambaran mulia kasih sayang orang tua yang tak pernah lekang oleh panas dan tiada lapuk oleh hujan.

Kenyataan yang tak dapat dipungkiri bahwa semakin tua umur seseorang akan membuat dia semakin lemah, kembali seperti awal masa kanak-kanak. Dalam artian perilakunya menjadi mudah terganggu, sering mengulang cerita yang menurutnya menarik, padahal telah berulang kali disampaikannya. Perilakunya yang hampir menyerupai anak-anak. Maka ketika orang tua menghadapai kondisi seperti ini, Islam dengan tegas menjelaskan bagaimana perilaku seorang anak kepada ayah dan bundanya. Bukankah Rabb kita yang Maha Penyayang telah berfirman: “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al- Israa’ : 23).

Ukhti yang terkasih…

Betapa tidak seorang ibu akan mencucurkan air matanya, menangisi kepulangan sang anak dari rantauan, dengan perubahan besar, yang sudah melupakan adab berterima kasih terhadap orang tua. Betapa tiada miris hati mereka, merasakan pudarnya tata krama seorang anak yang dilahirkannya dengan susah payah, biasa memerintah bak seorang tuan pada budaknya!!

Betapa banyak anak yang menelantarkan orang tuanya di panti-panti jompo!! Sesibuk apakah kita, hingga kita berlaku acuh? Semulia apakah kita hingga berani merendahkan keduanya?

Ukhti yang mulia…

Ingatlah perintah Rabbmu dalam kitab-Nya yang mulia: “Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. Al-Israa’ : 23).

Ukhti yang tercinta…

Ilmu yang kita dapatkan selama ini tidak akan pernah sempurna bila tidak diamalkan. Semakin tinggi padi menguning, semakin merunduk pula buahnya. Begitu pula ilmu, semakin tinggi ilmu seseorang maka akan semakin bertambahlah kemulian sikapnya. Jangan pernah sekali-kali ukhti menyepelekan perjuangan orang tua yang telah membesarkan kita, mendidik dan menyekolahkan kita dengan harapan agar kita berilmu dan berjaya dalam hidup. Berikan salam…, mintalah do’a-nya…!, Bahagiakan mereka, besarkan hatinya… jadilah hamba Allah yang merindukan syurga yang berada dibawah telapak kakinya.

 

File Gerimis. Edisi 1 Tahun ke-1 2005

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: